12 Cara Mengatur Keuangan di Bulan Ramadan dengan Efektif

- Membuat rencana anggaran untuk belanja kebutuhan sehari-hari dengan bijak.
- Rencanakan dan masak menu sahur dan buka puasa untuk menghemat pengeluaran makan di luar.
- Kelola acara bukber dengan bijak, batasi diri dalam menghadiri acara bukber selama bulan puasa.
Selama bulan Ramadan, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Keuangan menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan di antara keperluan lain.
Mengingat harga barang selama bulan Ramadan sering kali mengalami kenaikan, penting untuk mengatur keuangan. Anda dapat melakukan perencanaan keuangan Ramadan agar lebih hemat sehingga kondisi finansial tetap sehat.
Lantas, bagaimana cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan agar tidak boros? Simak beberapa tipsnya di bawah ini.
Table of Content
1. Membuat rencana anggaran
Langkah pertama dalam cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan adalah membuat rencana anggaran. Untuk bisa mengelola keuangan dengan bijak, Anda bisa membuat daftar prioritas yang dibutuhkan terlebih dahulu.
Catat semua pemasukan dan pengeluaran selama bulan puasa. Pisahkan dana untuk belanja kebutuhan sehari-hari dengan bijak. Tentukan anggaran pengeluaran untuk makan sahur dan berbuka puasa, tagihan, kebutuhan pokok lainnya.
Dalam membuat rencana anggaran, ada baiknya mencatat mencatatnya dengan detail untuk memudahkan Anda mengelola keuangan. Tidak salahnya untuk memakai aplikasi pengelola keuangan untuk memudahkan Anda mengatur finansial.
2. Rencanakan dan masak menu sahur dan buka puasa
Tidak sedikit yang merasakan kondisi finansial membengkak selama bulan Ramadan karena anggaran untuk makan yang tidak terkendali. Agar kondisi finansial tetap sehat, Anda bisa merencanakan dan memasak menu sahur dan berbuka selama Ramadan.
Buatlah daftar menu makan selama Ramadan yang ingin dibuat di internet. Cara tersebut sangat membantu daftar bahan makanan yang diperlukan. Dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, harga kebutuhan pokok biasanya akan mengalami kenaikan.
Ada baiknya Anda bisa membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok sebelum memasuki bulan Ramadan. Pertimbangkan juga untuk membeli dalam jumlah besar untuk mendapatkan harga grosir yang jauh lebih murah.
Dengan memasak menu sahur dan berbuka, Anda bisa menghemat pengeluaran khususnya untuk anggaran makan di luar.
3. Kelola acara bukber dengan bijak
Menjadwalkan acara buka bersama (bukber) menjadi salah satu cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan agar tidak boros. Selama bulan puasa, biasanya akan ada banyak undangan untuk bukber dari teman atau rekan kerja.
Jika tidak dikelola dengan bijak, kondisi keuangan Anda bisa membengkak dan arus kas bisa terganggu. Agar terhindar dari kondisi tersebut, ada baiknya untuk mengelola undangan bukber dengan bijak.
Tidak semua undangan acara bukber harus Anda datangi. Batasi diri dalam menghadiri acara bukber selama bulan puasa. Misalnya, dalam satu minggu, Anda bisa menghadiri dua acara bukber saja atau acara bukber bisa dilakukan di rumah untuk menghemat pengeluaran makan di luar.
4. Manfaatkan promo di bulan Ramadan
Promo bisa dimanfaatkan untuk menghemat pengeluaran selama bulan Ramadan. Biasanya, sejumlah toko hingga merek menawarkan promo khusus bulan Ramadan berupa diskon hingga cashback.
Anda bisa memantau berbagai promo dan penawaran melalui media sosial agar tidak ketinggalan infonya. Karena promonya terbatas, penting untuk memeriksa jangka waktu dan persyaratannya.
Namun, Anda juga harus bijak dalam menggunakan promo bulan Ramadan untuk menghindari pengeluaran yang tidak terlalu penting. Pastikan untuk membeli barang yang dibutuhkan agar pengeluaran tidak berlebih.
5. Mempersiapkan dana darurat
Cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan berikutnya adalah mempersiapkan dana darurat. Anda dapat menyisihkan sejumlah uang dari pemasukan ke tabungan darurat.
Dana tersebut bisa dipakai ketika menghadapi keadaan tidak terduga atau keperluan mendesak. Memiliki dana darurat dapat memberi rasa aman dan menjaga stabilitas keuangan tetap pada tujuan.
6. Membuat anggaran untuk hari raya
Pengeluaran selama bulan Ramadan dan Hari Idul Fitri harus dipisah dan dikelompokkan. Cara tersebut membantu dalam mengelola keuangan dengan bijak dan tidak membebani kondisi finansial.
Berbeda dengan kebutuhan Ramadan, anggaran hari raya banyak dipakai untuk pengeluaran Tunjangan Hari Raya (THR), kue lebaran, mudik, atau kebutuhan lainnya.
Berbagai kebutuhan tersebut penting untuk direncanakan dengan membuat anggaran yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan untuk mengalokasikan dana yang ideal dengan mempertimbangkan kondisi finansial.
7. Hindari perilaku impulsif
Agar pengeluaran tidak membengkak, cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan adalah menghindari perilaku impulsif. Tidak hanya menahan hawa lapar dan haus, keinginan berbelanja di luar kebutuhan utama juga termasuk bagian dari berpuasa.
Hal tersebut mungkin sedikit sulit, terlebih biasanya banyak penawaran diskon yang menggiurkan. Berbelanja dan memanfaatkan diskon bulan hal yang salah, tetapi pastikan untuk membelinya sesuai dengan kebutuhan. Perlu diingat, penting untuk mengutamakan kebutuhan bukan keinginan.
8. Batasi membeli takjil di luar
Bulan Ramadan biasanya diramaikan dengan takjil yang dijual oleh para pedagang. Bahkan, membeli takjil sudah menjadi budaya Ramadan di kalangan masyarakat.
Membeli takjil menjelang berbuka puasa mungkin terasa menyenangkan, tetapi Anda juga perlu membatasi kebiasaan tersebut. Pasalnya, kegiatan ini dapat menyebabkan pengeluaran membengkak.
Anda dapat menetapkan batas frekuensi membeli takjil, seperti 2 atau 3 kali seminggu. Alih-alih membelinya di luar, Anda dapat membuat takjil sendiri di rumah dengan bahan-bahan sendiri.
9. Mengelola pengeluaran ibadah
Momen Ramadan banyak dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah dengan berbagi, seperti memberi zakar, infaq, hingga sedekah. Agar tidak mengganggu kebutuhan lainnya, alokasikan dana tersebut sejak awal bulan.
Pengeluaran ibadah selama bulan puasa Ramadan dapat direncanakan sejak awal. Langkah ini sangat membantu merencanakan pengeluaran dengan lebih baik dengan target yang jelas.
10. Hindari utang konsumtif
Selama bulan puasa Ramadan, usahakan untuk menghindari penggunaan kartu kredit atau pinjaman untuk pembelian di luar kebutuhan pokok. Ini dapat menyebabkan beban utang konsumtif setelah Ramadan.
Hindari untuk membeli barang di luar kemampuan finansial dan tunda pembelian yang belum benar-benar diperlukan. Utamakan kebutuhan dan gunakan dana yang sebelumnya sudah disiapkan untuk bulan Ramadan.
11. Evaluasi pengeluaran secara berkala
Usahakan untuk mencatat setiap pengeluaran selama Ramadan dan lakukan pengecekan secara berkala setiap minggu. Anda dapat membandingkan anggaran yang telah dibuat dengan realisasi.
Jika ada pengeluaran yang melebihi bujet, Anda dapat mengurangi belanja di luar prioritas dan menyesuaikannya kembali rencana belanja mingguan. Evaluasi secara rutin sangat membantu Anda tetap berada di jalur yang telah direncanakan.
12. Komitmen dengan rencana anggaran yang dibuat
Agar tujuan keuangan bisa tercapai, terus berkomitmen dengan rencana keuangan menjadi cara terbaik menjaga kondisi finansial tetap sehat. Jangan sampai rencana yang sudah disusun menjadi sia-sia karena terlalu mengikuti keinginan.
Penting untuk tetap konsisten dan komitmen dengan rencana untuk menjaga pengeluaran sesuai dan tidak berlebihan.
Prita Hapsari Ghozie, CEO dan Principal Consultant ZAP Finance mengungkap bahwa penting untuk merencanakan keuangan selama bulan Ramadan agar tidak boros. Agenda sosial tidak terkendali, belanja online, dan terlalu banyak tunai bisa menyebabkan keuangan menjadi lebih boros.
Ia juga memberikan beberapa tips dalam menjaga keuangan tetap sehat. Salah satunya membuat anggaran pengeluaran dan berkomitmen pada rencana tersebut.
“Agar membantu lebih disiplin dalam mengatur anggaran pengeluaran selama bulan Ramadan, kita perlu untuk betul-betul komitmen,” ungkap Prita dalam video YouTube Zapfinance TV, dikutip Minggu (23/2).
Itu dia beberapa cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan yang bisa dilakukan. Dengan bijak mengelola keuangan, kondisi finansial dapat terjaga dengan aman. Semoga membantu!
FAQ seputar cara mengatur keuangan di Bulan Ramadan
| Mengapa pengeluaran sering membengkak saat Ramadan? | Pengeluaran meningkat di bulan Ramadan sering terjadi karena harga kebutuhan pokok yang meningkat dan belanja kebutuhan Lebaran. |
| Bagaimana cara membuat anggaran yang efektif saat Ramadan? | Anda dapat menggunakan metode alokasi dana sederhana untuk mengontrol arus kas selama Ramadan, dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, sisihkan dana khusus untuk kebutuhan ibadah dan sosial, serta menyiapkan dana darurat. |
| Bolehkah tetap berbelanja barang keinginan di luar kebutuhan saat Ramadan? | Boleh, tetapi tetap lakukan secara terencana dan tidak boros. Pastikan kebutuhan wajib dan tabungan sudah terpenuhi terlebih dahulu. Disarankan belanja hanya karena lapar mata saat menunggu waktu berbuka puasa. |

















