BCA: Kredit Tetap Prudent Meski Moody's Pangkas Rating

- BCA memastikan penyaluran kredit tetap prudent meski Moody's pangkas outlook rating.
- NPL BCA masih terkendali pada level 1,7 persen, jauh di bawah ambang batas regulator 5 persen.
- Penyaluran kredit BCA tumbuh 7,7 persen (YoY) menjadi Rp993 triliun dengan laba bersih senilai Rp57,5 triliun.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan penyaluran kredit akan tetap prudent meski lembaga pemeringkat utang global, Moody's Ratings, memangkas outlook kredit BCA dari stabil menjadi negatif.
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan penilaian tersebut tidak akan berdampak terhadap bisnis perseroan. Hal itu tecermin pada kinerja BCA pada 2025.
“BCA bisa meyakinkan bahwa kredit yang kami berikan itu sudah melewati proses yang prudent. Kekhawatiran berlebihan menurut saya tidak dibutuhkan dalam hal ini, dan kami tetap akan menjaga bahwa postur loan growth kami berada pada proses yang sehat,” kata Hera saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/2).
Hera menyebutkan, sisi non-performing loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah BCA masih terkendali. Pada akhir 2025, NPL BCA berada pada level 1,7 persen. Bahkan, level ini jauh di bawah ambang batas regulator, yakni 5 persen.
“Bisa lihat bagaimana NPL kita sangat terjaga, kemudian bisnis kita juga berjalan dengan sangat baik, bottom line kita juga positif, dan relasi kita juga tetap baik. Jadi, kami tidak merasakan ada efek apa pun,” kata Hera
Sepanjang 2025, penyaluran kredit BCA juga masih tumbuh 7,7 persen (YoY) menjadi Rp993 triliun. Penyaluran kredit tersebut terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, dan rumah tangga.
Dengan kondisi tersebut, BCA masih mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp57,5 triliun atau tumbuh 4,9 persen (YoY) sepanjang 2025.

















