Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Cara Mengatur Uang agar Tidak Cepat Habis sebelum Gajian
ilustrasi sedang mengatur keuangan (magnific.com/kawat)
  • Pencatatan seluruh pemasukan dan pengeluaran menjadi dasar untuk memantau kondisi keuangan.

  • Metode 50-30-20 membagi penghasilan untuk kebutuhan pokok, gaya hidup, serta tabungan dan investasi.

  • Pengeluaran dapat dikendalikan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menunda belanja impulsif, hingga membatasi utang konsumtif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemudahan transaksi digital, promo belanja online, hingga layanan paylater sering kali membuat seseorang tergoda untuk berbelanja secara berlebihan. Jika tidak dikelola dengan baik, kebiasaan ini bisa membuat gaji cepat habis sebelum akhir bulan.

Lantas, bagaimana cara atur uang agar tidak cepat habis? Simak 10 tips mengelola keuangan berikut ini agar pengeluaran lebih terkontrol dan tetap bisa menyisihkan uang untuk tabungan.

Cara atur keuangan agar tidak cepat habis

1. Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran

Catat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan agar Anda bisa memantau kondisi keuangan. Cara ini juga membantu Anda mengetahui pengeluaran yang bisa dikurangi.

Mulailah dengan mencatat seluruh pemasukan. Setelah itu, rincikan pengeluaran untuk makan, transportasi, tagihan, hiburan, dan kebutuhan lainnya. Pastikan pengeluaran kecil juga tercatat.

2. Buat anggaran bulanan dengan metode 50-30-20

Setelah mencatat pemasukan dan pengeluaran, mulai susun anggaran bulanan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah 50-30-20.

  • 50 persen untuk kebutuhan pokok, seperti biaya makan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan rutin.

  • 30 persen untuk gaya hidup, seperti hiburan, belanja, hobi, dan liburan.

  • 20 persen untuk tabungan dan investasi, termasuk dana darurat dan tabungan untuk tujuan keuangan tertentu.

Saat menerapkan metode ini, usahakan agar pengeluaran untuk setiap pos tidak melebihi batas yang sudah ditentukan. Jika pembagiannya belum sesuai dengan kebutuhan, persentase setiap pos bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.

3. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Kebutuhan merupakan pengeluaran penting, seperti makanan dan transportasi. Sementara itu, keinginan dapat ditunda, misalnya membeli pakaian baru untuk mengikuti tren.

Sebelum membeli sesuatu, pastikan barang tersebut benar-benar dibutuhkan. Utamakan kebutuhan agar pengeluaran tidak melebihi anggaran.

4. Batasi pengeluaran untuk gaya hidup

Pengeluaran untuk nongkrong dan hiburan perlu dibatasi agar tidak membengkak. Tetapkan anggaran mingguan supaya Anda tetap bisa menikmati aktivitas tersebut tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Periksa juga langganan layanan digital yang masih aktif. Hentikan langganan yang jarang digunakan untuk mengurangi pengeluaran bulanan.

5. Hindari kebiasaan belanja impulsif

Kemudahan belanja online dan berbagai penawaran diskon dapat memicu pembelian impulsif. Akibatnya, Anda bisa menghabiskan uang untuk barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Untuk menghindarinya, terapkan metode delay spending dengan menunda pembelian selama 24–48 jam. Manfaatkan waktu tersebut untuk mempertimbangkan apakah barang benar-benar dibutuhkan atau tidak.

6. Sisihkan uang untuk tabungan

Saat menerima gaji, sebaiknya langsung sisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Jika menggunakan metode 50-30-20, Anda bisa mengalokasikan 20 persen penghasilan untuk tabungan dan investasi. Namun, persentase tersebut tetap dapat disesuaikan dengan kemampuan dan prioritas.

7. Siapkan dana darurat

Dana darurat adalah uang cadangan untuk menghadapi situasi tidak terduga, seperti biaya pengobatan atau kehilangan pekerjaan. Jika belum berkeluarga, siapkan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Sementara itu, jika sudah berkeluarga, jumlah yang disarankan minimal enam kali pengeluaran bulanan.

8. Hindari utang untuk kebutuhan konsumtif

Kartu kredit dan layanan paylater memang memudahkan transaksi. Namun, fasilitas ini juga bisa mendorong kebiasaan belanja berlebihan hingga membuat tagihan menumpuk pada bulan berikutnya.

Sebelum menggunakan kartu kredit atau paylater, pertimbangkan apakah barang yang ingin dibeli memang dibutuhkan. Jika memilih pembayaran secara cicilan, pastikan Anda mampu melunasi tagihannya tanpa mengganggu kebutuhan pokok dan tabungan.

Perhatikan juga total cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Jika jumlahnya melebihi 30–35 persen dari penghasilan, sebaiknya tinjau kembali pengeluaran agar beban utang tidak semakin besar.

9. Pertimbangkan sumber penghasilan tambahan

Jika penghasilan bulanan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dan menabung, pertimbangkan mencari penghasilan tambahan. Anda bisa mencoba pekerjaan sampingan sesuai keahlian dan waktu luang.

Beberapa pilihannya adalah bekerja secara lepas (freelance) atau paruh waktu. Misalnya, Anda bisa menawarkan jasa desain grafis, penulisan, atau penyuntingan.

10. Evaluasi pengeluaran secara rutin

Evaluasi pengeluaran secara rutin untuk memastikan anggaran bulanan tetap terkendali. Periksa catatan keuangan dan lihat apakah ada pengeluaran yang melebihi anggaran. Jika ada, cari tahu penyebabnya dan tentukan pengeluaran yang bisa dikurangi atau ditunda pada bulan berikutnya.

Itulah 10 cara mengatur uang agar tidak cepat habis. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, Anda bisa mengendalikan pengeluaran dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan.

FAQ seputar cara atur uang agar tidak cepat habis

Apa penyebab uang cepat habis?

Uang cepat habis biasanya disebabkan oleh belanja impulsif, gaya hidup berlebihan, dan kurangnya perencanaan keuangan.

Apa tips agar uang tidak cepat habis?

Buat anggaran bulanan, catat pengeluaran, prioritaskan kebutuhan, hindari belanja impulsif, dan sisihkan uang untuk tabungan.

Apa itu metode 50-30-20?

Metode 50-30-20 adalah cara membagi penghasilan menjadi 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 ersen untuk tabungan serta investasi.

Bagaimana cara menghindari belanja impulsif?

Tunda pembelian selama 24-48 jam dan pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan sebelum membelinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article