Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Cara Menghitung Total Utang agar Tetap Terkendali
ilustrasi menghitung utang (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Cara menghitung total utang dapat dimulai dengan merinci seluruh kewajiban serta mencatat bunga dan biaya tambahan.

  • Berikutnya, menghitung sisa pokok setiap pinjaman serta menjumlahkan seluruh kewajiban untuk mengetahui total utang.

  • Evaluasi kemampuan bayar dan penyusunan strategi pelunasan memastikan kondisi keuangan tetap sehat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Utang yang tidak tercatat dengan baik dapat membuat pengeluaran bulanan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jumlah seluruh kewajiban sebelum menyusun strategi pelunasan.

Cara menghitung total utang dilakukan dengan mencatat seluruh pinjaman, sisa pokok, bunga, dan biaya lainnya. Perhitungan ini digunakan untuk mengukur kemampuan membayar dan menjaga arus kas. Berikut panduan lengkapnya.

Cara menghitung total utang

1. Merinci semua utang

Langkah pertama dalam cara menghitung total utang adalah merinci seluruh tagihan yang masih aktif. Sehingga, Anda tahu secara pasti jumlah utang yang dimiliki.

Gunakan format tabel sederhana untuk menyusun daftar tersebut. Isinya memuat nama kreditur, jenis pinjaman, jumlah cicilan, hingga sisa jangka waktu pelunasan.

2. Mencatat bunga dan biaya tambahan

Tidak hanya mencatat daftar utang, rinci biaya tambahan yang dibebankan saat mengajukan pinjaman. Komponen biaya ini dapat mencakup suku bunga, administrasi, dan estimasi denda keterlambatan.

Dengan cara ini, Anda bisa menentukan kewajiban mana yang sebaiknya dilunasi lebih dahulu. Idealnya, utang dengan bunga paling tinggi dan jangka waktu pendek diprioritaskan karena cepat membengkak apabila terus ditunda.

3. Kategorikan utang sesuai prioritasnya

Setelah merinci semua utang yang dimiliki, tahapan selanjutnya adalah mengklasifikasikan pinjaman berdasarkan karakteristik dan skala prioritas pembayaran. Tahapan ini bertujuan agar strategi pelunasan lebih efektif, apalagi bile memiliki beberapa utang sekaligus.

Anda dapat membagi utang dalam dua kategori utama berdasarkan karakteristik. Berikut rinciannya:

  • Utang jangka pendek, yautu pinjaman dengan tenor kurang dari satu tahun untuk kebutuhan konsumtif atau dana mendesak. Contohnya pinjaman online, PayLater, hingga kartu kredit.

  • Utang jangka panjang, yaitu pinjaman dengan tenor panjang di atas lima tahun untuk kebutuhan bernilai besar. Contohnya KPR, kredit kendaraan, atau kredit usaha.

Klasifikasi ini membantu Anda menentukan prioritas pelunasan sesuai jangka waktu dan nominalnya. Jadi, Anda tidak perlu bingung menentukan kewajiban mana yang perlu segera dilunasi.

4. Menghitung sisa pokok setiap utang

Saat menghitung total kewajiban, debitur sering kali menggunakan jumlah pinjaman awal. Padahal, angka yang perlu diperhatikan adalah sisa pokok utang (outstanding balance) atau jumlah pinjaman yang belum dilunasi.

Sisa pokok utang dihitung dengan mengurangi jumlah pokok yang telah dibayar dari nilai pinjaman awal. Angka ini menunjukkan kewajiban pokok yang masih harus dilunasi, tanpa memasukkan bunga dan biaya lainnya.

5. Menghitung total utang

Selanjutnya, jumlahkan seluruh sisa utang berdasarkan jangka waktunya untuk mengetahui total kewajiban finansial. Cara menghitung total utang dapat menggunakan rumus berikut:

Total utang: utang jangka pendek + utang jangka panjang

Sebagai contoh, Anda memiliki sisa cicilan PayLater sebesar Rp500.000, pinja,man online senilai Rp3.000.000, dan kartu kredit sebesar Rp3.000.000. Utang jangka panjang mencakup tagihan KPR sebesar Rp300.000.000 dan kredit motor Rp10.000.000, maka perhitungannya:

Sisa utang jangka pendek

  • PayLater: Rp500.000

  • Pinjaman online: Rp3.000.000

  • Kartu kredit: Rp3.000.000

Sisa utang jangka panjang

  • KPR: Rp300.000.000

  • Kredit motor: Rp10.000.000

Total utang

(Rp500.000 + Rp3.000.000 + Rp3.000.000) + (Rp300.000.000 + Rp10.000.000)

= Rp6.500.000 + Rp310.000.000

= Rp316.500.000

Jadi, total utang yang perlu dilunasi sebesar Rp316.500.000.

6. Membandingkan dengan nilai aset

Setelah mengetahui total utang, bandingkan jumlah tersebut dengan nilai aset yang dimiliki. Perbandingan ini digunakan untuk menilai kondisi keuangan dan kemampuan menanggung utang secara lebih menyeluruh.

Berikut rumus yang dapat digunakan:

Kekayaan bersih: total aset - total utang

Misalnya, Anda memiliki total aset sebesar Rp900.000.000 dan utang sebesar Rp316.500.000, maka perhitungannya:

Rp900.000.000 - Rp316.500.000 = Rp583.500.000

Jadi, kekayaan bersih setelah dikurangi utang adalah Rp583.500.000. Angka positif ini menunjukkan bahwa kondisi keuangan masih stabil. 

7. Evaluasi kemampuan bayar

Selain mengetahui total utang, perhatikan kemampuan membayar cicilan setiap bulan melalui rasio utang. Langkah ini memungkinkan Anda menilai kondisi finansial tetap terkendali atau terlalu membebani. Berikut tingkat rasio yang umum dipakai.

  • Di bawah 30 persen: sehat, menunjukkan fleksibilitas keuangan yang baik.

  • 30 persen hingga 40 persen: dapat diterima dengan pengawasan terukur.

  • Di atas 40 persen: berisiko menyebabkan beban keuangan berlebihan.

Banyak perencana keuangan menyarankan rasio total cicilan utang berkisar maksimal 30–35 persen dari penghasilan bulanan. Jika cicilan sudah melampaui batas, kondisi ini menjadi sinyal beban utang terlalu besar dan perlu segera dievaluasi.

8. Menyusun strategi pelunasan

Agar seluruh kewajiban dibayar tepat waktu, wajib susun strategi pelunasan dengan konsisten. Pendekatan ini membantu mengurangi beban utang secara bertahap. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

  • Prioritaskan utang dengan bunga tinggi.

  • Hindari mengambil pinjaman baru.

  • Lakukan negosiasi dengan pemberi pinjaman.

  • Cari penghasilan tambahan di luar gaji utama.

  • Sisihkan uang untuk dana darurat agar tidak bergantung pada pinjaman saat ada kebutuhan mendesak.

Jadi, itulah cara menghitung total utang untuk mengelola kewajiban secara lebih terukur dan sehat. Evaluasi berkala mampu menjaga kesehatan finansial.

FAQ seputar cara menghitung total utang

Apa itu total utang?

Total utang adalah jumlah keseluruhan dari seluruh kewajiban keuangan atau tanggapan finansial yang harus dibayarkan oleh debitur kepada kreditor.

Apa saja yang perlu dihitung dalam mencari total utang?

Ada beberapa komponen yang dapat dihitung, seperti jenis utang, sisa pokok, bunga dan biaya tambahan.

Total utang sama dengan apa?

Total utang sama dengan jumlah seluruh kewajiban yang harus dibayar agar tidak menjadi beban finansial.

Bagaimana cara menghitung total utang?

Total utang dapat dihitung dengan menjumlahkan semua jenis utang, baik jangka pendek dan jangka panjang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article