CIMB Niaga Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun Ke Protelindo

- CIMB Niaga menyalurkan kredit baru Rp1,5 triliun kepada Protelindo dan iForte, anak usaha Sarana Menara Nusantara, dengan tenor 36 bulan sejak 10 Agustus 2026.
- Dana fasilitas kredit dipakai untuk kebutuhan korporasi umum Protelindo, termasuk refinancing; iForte menjadi penjamin kewajiban. TOWR menyatakan transaksi tidak menimbulkan dampak negatif material maupun benturan kepentingan.
- Pada semester I 2026, pendapatan TOWR naik 12,69% menjadi Rp7,20 triliun dan laba bersih 12,12% menjadi Rp1,85 triliun; kredit CIMB Niaga mencapai Rp235,1 triliun.
- CIMB Niaga menyalurkan pinjaman baru Rp1,5 triliun kepada Protelindo dan iForte, anak usaha Sarana Menara Nusantara, dengan tenor 36 bulan sejak 10 Agustus 2026.
- Dana kredit digunakan untuk kebutuhan korporasi umum Protelindo, termasuk refinancing. iForte menjadi penjamin kewajiban Protelindo; transaksi dinyatakan bukan benturan kepentingan maupun transaksi material.
- Pada semester I 2026, TOWR mencatat pendapatan Rp7,20 triliun dan laba bersih Rp1,85 triliun. CIMB Niaga menyalurkan total kredit Rp235,1 triliun, naik 2,2 persen tahunan.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengucurkan pinjaman baru senilai Rp1,5 triliun kepada anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT Iforte Solusi Infotek (iForte).
Perjanjian kredit tersebut memiliki tenor 36 bulan sejak dilakukannya penandatanganan pada 10 Agustus 2026. Sekertaris Perusahaan TOWR, Monalisa Irawan, mengatakan fasilitas tersebut akan digunakan untuk kebutuhan korporasi umum Protelindo, termasuk pembiayaan kembali atau refinancing.
"Pelaksanaan atas transaksi tersebut tidak emiliki dampak material yang negatif yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan," demikian tertulis dalam keterbukaan informasi, Senin (10/8).
Dalam perjanjian tersebut, iForte bertindak sebagai penjamin atas kewajiban Protelindo kepada Bank CIMB Niaga.
Monalisa mengatakan bahwa transaksi bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020. Selain itu, transaksi tersebut tidak dikategorikan sebagai transaksi material berdasarkan ketentuan OJK mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
Di sisi kinerja keuangan, TOWR membukukan capaian yang positif hingga paruh pertama 2026. Pendapatan yang diraup hingga Juni 2026 sebanyak Rp7,20 triliun, naik 12,69 persen secara tahunan dibandingkan Rp6,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 12,12 persen menjadi Rp1,85 triliun dari Rp1,65 triliun pada semester I 2025.
Hingga 30 Juni 2026, total aset TOWR mencapai Rp81,84 triliun, meningkat 5,92 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp77,27 triliun.
Sementara itu, bank CIMB Niaga tercatat menyalurkan total kredit Rp235,1 triliun, naik 2,2 persen yoy. Segmen corporate banking mendominasi dengan pertumbuhan 4,8 persen yoy. Disusul, Usaha Kecil Menengah (UKM) sebesar 1,2 persen yoy, serta consumer banking sebesar 0,2 persen secara tahunan.


















