Jakarta FORTUNE - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menargetkan pembahasan pemberian bunga pinjaman 0 persen untuk pelaku usaha mikro rampung bulan depan. Ia mengatakan kementeriannya telah menyampaikan usulan pemberian bunga murah tersebut kepada Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.
"Saya sudah mengutus dua Wamen (Wakil Menteri BUMN), Pak Pahala dan Pak Tiko, untuk membahas ini dengan BI," ujar Erick dalam keterangan resminya, Selasa (21/2).
Pahala Mansury dan Kartika Wirjoatmodjo masing-masing membahas pendanaan BUMN sektor pangan dan perluasan pendanaan untuk program Mekaar.
Erick berharap pemberian bunga pinjaman 0 persen untuk pelaku usaha mikro dapat terealisasi sesegera mungkin. Pria yang kini menjabat Ketua Umum PSSI itu juga menyebut usulan ini telah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tempo hari.
Pendanaan KUR Meningkat
Menurut Erick, sektor usaha mikro yang masuk dalam UMKM memiliki andil besar dalam menopang perekonomian nasional. Erick mengatakan sektor UMKM memiliki kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia hingga 62,55 persen dan juga menyumbang serapan tenaga kerja hingga 97,22 persen.
Namun, porsi pembiayaan lembaga pembiayaan dan perbankan untuk UMKM saat ini baru 21 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. BUMN, lanjut Erick, berkomitmen membantu target minimal 30 persen porsi pembiayaan untuk UMKM tahun depan.
"Sejak awal, [kami] terus mendorong program kerakyatan seperti KUR, PNM Mekaar dan Makmur dapat meningkat dan menjangkau lebih banyak para pelaku usaha, termasuk usaha mikro," kata Erick.
Dalam hematnya, BUMN-BUMN perbankan atau Himbara menjadi garda terdepan dalam keberpihakan terhadap para pelaku usaha mikro. Penyaluran KUR oleh Himbara telah mencapai Rp345 triliun bagi 7,2 juta pelaku usaha di seluruh Indonesia. Jumlah nasabah program Mekaar pun mengalami kenaikan sejak pandemi Covid-19 menyerang.
Sebelum Covid, jumlah nasabah Mekaar hanya 5,6 juta, dan berdasarkan data per November 2022 jumlahnya telah mencapai 12,7 juta. Makmur telah memberdayakan 43.079 petani di seluruh Indonesia dan terbukti meningkatkan 36 persen produktivitas dan 46 persen pendapatan.
"Penguatan terhadap sektor ini akan sangat besar dampaknya bagi perekonomian Indonesia secara umum," kata Erick.
