Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Genjot Kredit Perumahan, BRI Kucurkan KPP Rp12 T kepada 83.210 Debitur
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS). (Dok. BRI)
  • BRI telah menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp12 triliun kepada sekitar 83.210 debitur hingga 8 September 2026.
  • Realisasi FLPP BRI mencapai 25.030 unit rumah, bagian dari komitmen penyaluran 60.000 unit tahun ini untuk memperluas akses pembiayaan perumahan.
  • Dalam sosialisasi KPP dan FLPP, BRI membukukan Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur, mencakup pembiayaan pengembang, toko bahan bangunan, kontraktor, dan UMKM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat portfolio pembiayaan perumahan.

Melalui skema Kredit Program Perumahan (KPP), BRI telah mengucurkan pembiayaan sebesar Rp12 triliun hingga 8 September 2026. Kredit tersebut disalurkan BRI kepada sekitar 83.210 debitur.

Sementara itu, realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 25.030 unit rumah, sejalan dengan target komitmen penyaluran sebanyak 60.000 unit pada tahun ini.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan penyaluran fasilitas tersebut merupakan upaya dalam mempercepat inklusi pembiayaan perumahan di Indonesia sekaligus mendorong program tiga juta rumah.

"Fasilitas pembiayaan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan yang terjangkau, tetapi juga mendukung pengembangan ekosistem perumahan secaramenyeluruh," ujar Aris, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9).

BRI telah berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Program PembiayaanPerumahan KPP dan FLPP. Dalam kegiatan tersebut, perseroan membukukan total KPP Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur.

Penyaluran tersebut mencakup pembiayaan sisi pasokan (supply) sebesar Rp242,5 miliar kepada 110 debitur, yang terdiri atas pengembang sebesar Rp73,6 miliar kepada 29 debitur, toko bahan bangunan sebesar Rp39,8 miliar kepada 23 debitur, serta kontraktor perumahan sebesar Rp129,1 miliar kepada 58 debitur. Sementara itu, pembiayaan sisi permintaan (demand) mencapai Rp185 miliar kepada 1.509 debitur UMKM.

"Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan," kata dia.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menilai peran BRI dalam memastikan pelaksanaan program pembiayaan perumahan dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Implementasi program di tingkat pelaksana menjadi kunci agar kebijakan pemerintah dapat benar-benar dirasakan masyarakat. BRI sudah membuktikan mampu menjalankan misi ini secara efektif, efisien, dan produktif," ujar Maruarar dalam kesempatan tersebut.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article