Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi pada Agustus 2026. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 0,57 persen. Sejumlah komoditas turut mendorong kenaikan harga pada periode tersebut.
Berikut kelompok dan komoditas yang memengaruhi inflasi Agustus 2026:
1. Daging ayam ras
Daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yatitu 0,17 persen. Selain daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, dan beras masing-masing memberikan andil inflasi 0,02 persen.
BPS juga mencatat kacang panjang, buncis, jagung manis, ketimun, dan semangka sebagai komoditas yang turut mendorong kenaikan harga. Masing-masing memberikan andil 0,01 persen. Dari kelompok tembakau, sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) memberikan andil inflasi masing-masing 0,01 persen.
2. Emas perhiasan
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 0,37 persen dan memberikan andil 0,03 persen terhadap inflasi Agustus. Emas perhiasan menjadi salah satu komoditas utama pada kelompok tersebut. BPS mencatat harga emas perhiasan mengalami inflasi 0,75 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,02 persen.
3. Transportasi menahan inflasi
Kelompok transportasi bergerak berbeda dari dua kelompok sebelumnya. Pada Agustus 2026, kelompok ini mengalami deflasi 0,50 persen dan memberikan andil deflasi 0,06 persen.
Tarif angkutan udara menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap deflasi kelompok transportasi, dengan andil 0,06 persen. Bensin juga memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen.
Secara tahunan, kondisi kelompok transportasi berbeda. BPS mencatat kelompok ini mengalami inflasi 4,79 persen dengan andil 0,58 persen terhadap inflasi tahunan. Komoditas yang mendorong inflasi tahunan transportasi antara lain bensin, tarif angkutan udara, oli mesin, sepeda motor, dan mobil.