Jakarta, FORTUNE - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)menyiapkan dana Rp748,5 miliar untuk melunasi obligasi jatuh tempo pada 13 Juli 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), surat utang tersebut adalah obligasi Berkelanjutan OCBC Tahap I Tahun 2025 Seri A.
Obligasi Berkelanjutan OCBC Tahap I Tahun 2025 Seri A diterbitkan pada Juli 2025 sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan IV OCBC dengan target penghimpunan dana hingga Rp8 triliun.
Seri A ditawarkan dengan tenor 370 hari dan kupon tetap 6,25 persen. Dalam penerbitan yang sama, OCBC juga menawarkan Seri B dengan tenor tiga tahun dan kupon 6,46 persen. Lalu Seri C dengan tenor lima tahun, dan memberikan kupon 6,55 persen.
Penerbitan obligasi ini disebut strategi diversifikasi pendanaan jangka menengah dan panjang OCBC, guna memperkuat struktur pendanaan tetap solid, sekaligus mendukung pertumbuhan kredit yang berkualitas dan berkelanjutan, sesuai prinsip kehati-hatian. OCBC juga menilai penerbitan surat utang adalah komitmen dalam mendukung penguatan aktivitas pasar modal nasional.
Manajemen OCBC memastikan tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha.
Pada kuartal pertama 2026, OCBC membukukan laba bersih Rp1,36 triliun, dengan pendapatan Rp3,44 triliun. Keduanya masing-masing meningkat lima persen dan enam persen secara tahunan. Sementara itu, total aset tercatat meningkat 7 persen menjadi Rp312,88 triliun, dengan ekuitas naik 12 persen menjadi Rp44,6 triliun.
Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL gross 2,1 persen dan Loan at Risk (LaR) membaik ke 5,3 persen dari 5,4 persen. Rasio pencadangan NPL gross berada di level 221,8 persen, mencerminkan buffer risiko yang masih kuat. Dari sisi permodalan, CAR meningkat menjadi 25,0 persen dari 22,6 persen.
