Jakarta, FORTUNE - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membukukan laba bersih senilai Rp4,03 triliun, naik 5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2026. Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Penyaluran kredit perseroan mencapai Rp190,8 triliun, tumbuh 16 persen (YoY). Ekspansi kredit ini diiringi pencatatan rasio kredit bermasalah bruto (NPL-gross) pada level 2,0 persen dan rasio Loan at Risk (LAR) sebesar 4,8 persen, turun dari 5,4 persen pada periode sama tahun sebelumnya.
Rasio pencadangan NPL sendiri berada pada level 202,9 persen.
“Bagi kami, resiliensi bukan sekadar kemampuan untuk bertahan menghadapi dinamika pasar, tetapi juga kemampuan untuk terus tumbuh secara sehat dan prudent," kata Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (3/11).
Dari sisi pendanaan, himpunan DPK perseroan meningkat 6 persen (YoY) menjadi Rp244,2 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh deposito berjangka yang tumbuh 8 persen (YoY) menjadi Rp109,6 triliun, serta dana giro dan tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) yang naik 5 persen (YoY) menjadi Rp134,5 triliun.
Dengan komposisi tersebut, rasio CASA menjadi 55,1 persen.
Hingga September 2026, OCBC membukukan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) 23,7 persen dan rasio kecukupan likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) 252,7 persen.
Sementara itu, rasio Loan to Deposits (LDR) mencapai 77,5 persen.
"Pertumbuhan bisnis senantiasa selaras dengan kualitas aset yang terjaga, fokus pada kebutuhan nasabah, serta orientasi pada pertumbuhan jangka panjang," ujar Parwati.
Berdasarkan realisasi kredit dan pendanaan tersebut, total aset OCBC mencapai Rp350,5 triliun, meningkat 13 persen (YoY). Ke depan, perseroan akan memfokuskan pengembangan layanan keuangan berupa wealth management bagi berbagai segmen nasabah.