Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Laba Citi Indonesia Semester Lalu Terkontraksi 25 Persen, DPK dan Kredit Tetap Tumbuh
Perusahaan perbankan global, Citi, resmi meluncurkan kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia. (Dok/Istimewa).
  • Laba bersih Citi Indonesia semester I-2026 turun 25% secara tahunan menjadi Rp994 miliar, dari Rp1,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • DPK tumbuh 23,29% menjadi Rp72,6 triliun, didorong giro yang naik 36,54%; kredit juga meningkat 8,05% menjadi Rp29,9 triliun.
  • Kualitas aset dan likuiditas tetap terjaga dengan NPL 0,19%, CAR 31,43%, serta LCR 276,26%; Citi memperkuat digitalisasi melalui H2H, API, dan AI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semester I-2026

Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp994 miliar. DPK dan kredit tetap tumbuh.

Kamis (20/8)

Batara Sianturi menyampaikan keterangan resmi di Jakarta mengenai hasil semester pertama 2026 dan strategi Citi Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Citi Indonesia mencatat laba bersih Rp994 miliar hingga semester I-2026, sementara DPK dan kredit tetap tumbuh.
  • Who?
    Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) dan CEO Citi Indonesia Batara Sianturi.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Hingga semester I-2026; Batara menyampaikan keterangan resmi pada Kamis (20/8).
  • Why?
    Dinamika perekonomian global dan domestik masih membayangi industri keuangan.
  • How?
    DPK naik 23,29 persen menjadi Rp72,6 triliun dan kredit tumbuh 8,05 persen menjadi Rp29,9 triliun, disertai pengelolaan risiko dan konektivitas digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Citi Indonesia mendapat laba Rp994 miliar sampai semester pertama 2026. Uangnya memang lebih kecil dari tahun lalu. Tetapi, uang simpanan nasabah dan kreditnya tetap bertambah. Batara Sianturi bilang Citi tetap berhati-hati. Bank ini juga memakai H2H, API, dan AI untuk membuat layanan perbankan lebih baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan DPK, giro, dan kredit menunjukkan aktivitas penghimpunan dana serta penyaluran kredit Citi Indonesia tetap berjalan di tengah laba bersih yang terkontraksi. Kondisi permodalan dan likuiditas yang tercatat solid, NPL yang terjaga, serta peningkatan konektivitas H2H dan API mendukung layanan perbankan yang aman, terintegrasi, dan efisien.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) meraup laba bersih Rp994 miliar pada semester I-2026, terkontraksi 25 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,33 triliun.

Di tengah tekanan dinamika perekonomian global dan domestik, perseroan tetap mencatatkan kinerja positif pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta penyaluran kredit.

Penghimpunan DPK Citi Indonesia tumbuh 23,29 persen (YoY) menjadi Rp72,6 triliun. Capaian ini ditopang oleh kenaikan simpanan giro sebesar 36,54 persen menjadi Rp60,4 triliun, yang sekaligus mendorong kenaikan rasio dana murah (low-cost fund) menjadi 83,23 persen dari sebelumnya 75,16 persen.

Dari fungsi penyaluran dana, kredit Citi Indonesia meningkat 8,05 persen (YoY) menjadi Rp29,9 triliun. Perseroan menekankan bahwa pertumbuhan intermediasi ini diimbangi dengan disiplin pengelolaan risiko serta kualitas aset yang terjaga.

Rasio Non-Performing Loan (NPL) perseroan berada pada level 0,19 persen. Ketahanan finansial didukung oleh permodalan yang solid melalui Rasio Kecukupan Modal (CAR/KPMM) sebesar 31,43 persen—jauh melampaui ketentuan minimum—serta Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 276,26 persen.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menjelaskan hasil kinerja semester pertama ini mencerminkan ketangguhan serta daya saing bisnis perseroan di Indonesia.

“Kami akan terus berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung yaitu banking, markets, dan services,” ujar Batara dalam keterangan resmi, Kamis (20/8).

Guna mendukung efisiensi operasional, Citi Indonesia terus memperkuat infrastruktur perbankan digital. Perseroan mencatat peningkatan konektivitas Host-to-Host (H2H) sebesar 2 persen dan Application Programming Interface (API) sebesar 50 persen.

Ke depannya, adopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diproyeksikan menjadi inti strategi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta memperkuat posisi perseroan sebagai mitra perbankan utama bagi institusi berskala global.

Editorial Team

Related Article