Manulife Indonesia Bukukan Laba Rp1,28 Triliun, Ini Penopangnya

- Manulife Indonesia mencatat laba setelah pajak Rp1,28 triliun pada 2025, naik 161,5 persen dari tahun sebelumnya berkat peningkatan pendapatan jasa asuransi dan investasi.
- Total aset perusahaan mencapai Rp66,17 triliun dengan rasio solvabilitas 650 persen, menunjukkan kondisi keuangan yang sangat sehat di atas ketentuan regulator.
- Unit Syariah dan Manajemen Aset Manulife juga tampil solid; pendapatan syariah melonjak menjadi Rp302,1 miliar dan MAMI mengelola aset Rp124,3 triliun dengan pangsa pasar 11,94 persen.
Jakarta, FORTUNE - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencetak profitabilitas sepanjang2 2025 dengan membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,28 triliun, meningkat 161,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi senilai Rp3,97 triliun serta peningkatan pendapatan investasi, termasuk PAYDI, yang mencapai Rp5,09 triliun.
Sementara itu, pos hasil jasa asuransi bersih tercatat Rp299,77 miliar. Secara keseluruhan, hasil asuransi dan investasi bersih mencapai Rp1,28 triliun. Sementara pada pos beban jasa asuransi sebesar Rp3,68 triliun sepanjang 2025, yang mencakup klaim asuransi jiwa, kesehatan, serta biaya terkait layanan asuransi.
Pada periode yang sama, Manulife Indonesia mencatat total aset mencapai Rp66,17 triliun. Sejalan dengan itu, rasio pencapaian solvabilitas (RBC) dipertahankan pada level sehat yakni 650 persen, jauh melebihi ambang batas yang ditentukan regulator sebesar 120 persen.
Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia mengatakan capaian ini menegaskan ketahanan bisnis kami, kepercayaan nasabah, serta komitmen kami untuk terus melindungi keluarga Indonesia dalam jangka panjang.
“Pada 2025, bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin, dan tingkat solvabilitas yang kuat," ujar dia dalam siaran pers, Kamis (28/5).
Dari kinerja syariah, Manulife Syariah Indonesia juga mencetak kinerja solid. Perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp302,1 miliar meningkat signifikan dari Rp66,5 miliar pada tahun 2024. Kinerja ini mendorong pertumbuhan aset menjadi Rp1,55 triliun, didukung oleh rasio solvabilitas yang kuat, dengan Rasio Solvabilitas Dana Tabarru’ dan Dana Tanahud sebesar 797 persen serta Dana Perusahaan sebesar 5.433 persen, jauh di atas persyaratan OJK.
Sepanjang tahun lalu, Manulife Syariah Indonesia menyalurkan manfaat kepada peserta melalui pembayaran klaim sebesar Rp83,9 miliar, meningkat sekitar 99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, perusahaan juga mencatat surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp766 juta, yang menunjukkan bahwa pengelolaan dana peserta tetap berada dalam kondisi sehat.
Unit Bisnis Aset Manajemen
Kinerja solid tidak hanya diraih bisnis asuransi. Lini manajer investasi, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) sepanjang 2025 meraih pangsa pasar sebesar 11,94 persen di antara sekitar 90 perusahaan manajemen investasi yang beroperasi di Indonesia, dengan total aset yang dikelola mencapai Rp124,3 triliun.
CEO dan Presiden Direktur MAMI, Afifa mengatakan perusahaan secara konsisten mempertahankan kinerja melalui inovasi pada berbagai solusi investasi berkualitas termasuk reksa dana dan Kontrak Pengelolaan Dana, serta mengedepankan kepentingan setiap nasabahnya melalui disiplin pengelolaan portofolio investasi yang tinggi serta tata kelola yang baik.
Dana kelolaan Reksa Dana Manulife tercatat sebesar Rp63 triliun, yang merupakan kelolaan reksa dana terbesar di industri dengan pangsa pasar 9,33 persen.
“Kami berkomitmen mengoptimalkan risk-return portofolio yang dipercayakan kami di berbagai siklus pasar. Kami menjaga keseimbangan yang kuat antara disiplin manajemen risiko dan kemampuan menghasilkan alpha secara konsisten di seluruh portofolio kelolaan," tutup Afifa.


















