Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lawan Rentenir, Pemerintah Salurkan Rp64,8 Triliun Kepada 2,28 Juta Debitur
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • OJK mencatat Kredit dan Pembiayaan Melawan Rentenir mencapai Rp64,8 triliun untuk 2,28 juta debitur.

  • Kolaborasi OJK, BI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah mendukung perluasan pembiayaan formal melalui 552 TPAKD.

  • Penyaluran kredit produktif dan sektor prioritas turut menjangkau masyarakat serta pelaku usaha di berbagai daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

OJK mencatat tingkat literasi keuangan Indonesia mencapai 69 persen. Inklusi keuangan telah melampaui 93 persen.

semester I 2026

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,08 persen, sementara kredit perbankan meningkat 13,69 persen.

Agustus hingga Oktober 2026

Penyaluran kredit pembiayaan produktif mencapai Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    OJK mencatat penyaluran Kredit dan Pembiayaan Melawan Rentenir sebesar Rp64,8 triliun kepada 2,28 juta debitur.
  • Who?
    OJK, Bank Indonesia, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha terlibat dalam penyaluran pembiayaan.
  • Where?
    Program melalui TPAKD tersebar di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
  • When?
    Penyaluran kredit pembiayaan produktif berlangsung selama periode Agustus hingga Oktober 2026.
  • Why?
    Program tersebut menjadi upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan formal dan pembiayaan produktif.
  • How?
    Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi OJK, Bank Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah lewat TPAKD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

OJK memberi pinjaman lewat program Melawan Rentenir kepada banyak orang dan usaha. Uangnya berjumlah Rp64,8 triliun untuk sekitar 2,28 juta debitur. OJK bekerja bersama BI serta pemerintah. Program ini membantu masyarakat mendapat pembiayaan formal. Sekarang ada 552 TPAKD di berbagai daerah Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kolaborasi lintas lembaga dalam program pembiayaan memperluas jangkauan akses keuangan formal bagi masyarakat dan pelaku usaha. Kehadiran 552 TPAKD menunjukkan penyebaran program hingga berbagai wilayah. Penyaluran kredit sektor prioritas serta pembiayaan produktif juga mencerminkan adanya dukungan terhadap aktivitas usaha dan penguatan akses pembiayaan di daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran Kredit dan Pembiayaan Melawan Rentenir senilai Rp64,8 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 2,28 juta debitur.

Program ini menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan formal melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan mengatakan penyaluran pembiayaan tersebut merupakan hasil kolaborasi OJK, Bank Indonesia (BI), pemerintah pusat, dan pemerintah daerah sehingga manfaat dan penyalurannya meluas ke berbagai lapis masyarakat.

"Hasilnya sangat nyata bisa kita lihat di sini bahwa beberapa program unggulan kita, Bapak, yaitu adalah program kredit pembiayaan melawan rentenir telah menyalurkan Rp64,8 triliun kepada 2,3 juta debitur," kata dia.

Selain itu, OJK mencatat penyaluran kredit pembiayaan sektor prioritas Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur. Melalui program tersebut, otoritas mendorong perluasan akses pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku usaha. Saat ini, tercatat 552 TPAKD yang tersebar di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.

Pada Agustus hingga Oktober 2026, OJK mencatat penyaluran kredit pembiayaan produktif mencapai sebesar Rp53,15 triliun kepada 2.106.401 debitur. Menurut Frederica, capaian ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan, memperkuat aktivitas usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, OJK terus berupaya meningkatkan penetrasi literasi dan inklusi keuangan. Menurut data OJK, tingkat literasi keuangan Indonesia telah mencapai 69 persen pada 2026. Sedangkan inklusi keuangan telah melampaui 93 persen, atau telah melampaui Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 93 persen pada 2029.

Friderica mengungkapkan, ekonomi Indonesia tetap resilien, di mana kredit perbankan meningkat 13,69 persen. Menurutnya, pertumbuhan kredit tersebut menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article