Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Orang Super Kaya RI Diproyeksi Bertambah, Legacy Planning Menguat
ilustrasi gaya hidup mewah, orang kaya (magnific.com/freepik)
  • Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan UHNWI tertinggi dunia, 81,7% dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 pada 2031; jumlah miliarder diperkirakan naik dari 33 menjadi 49.
  • Pertumbuhan kekayaan menggeser fokus dari penciptaan aset ke legacy planning, mencakup suksesi, perlindungan aset, pendidikan penerus, keberlanjutan bisnis, dan pengelolaan lintas generasi.
  • Inflasi, gejolak pasar, serta pelemahan rupiah menegaskan pentingnya evaluasi portofolio, diversifikasi aset dan mata uang; layanan wealth management pun bergerak menuju solusi yang lebih menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Bertambahnya jumlah individu dengan kekayaan tinggi mendorong perubahan cara masyarakat mengelola aset di Indonesia. Jika sebelumnya fokus utama tertuju pada upaya membangun kekayaan (wealth creation), kini perhatian mulai bergeser pada strategi menjaga nilai aset sekaligus memastikan proses alih waris berlangsung optimal melalui legacy planning.

Pergeseran tersebut sejalan dengan perubahan lanskap kekayaan global. Dalam Global Wealth Report 2025, UBS memperkirakan sekitar US$83 triliun aset akan berpindah tangan melalui proses pewarisan antargenerasi dalam dua hingga tiga dekade mendatang. Pada saat yang sama, jumlah jutawan dunia diproyeksikan bertambah sekitar 5,34 juta orang hingga 2029, mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan pengelolaan kekayaan, perencanaan suksesi, dan perlindungan aset.

Pada tingkat regional, survei UBS menunjukkan lebih dari 40 persen keluarga di kawasan Asia Pasifik telah atau sedang mempersiapkan proses transfer kekayaan kepada generasi berikutnya. Sementara itu, sekitar 72 persen ahli waris memanfaatkan jasa profesional, seperti wealth manager maupun family office, dalam menyusun strategi suksesi dan pengelolaan aset.

Prospek serupa juga terlihat di Indonesia. The Wealth Report 2026 yang diterbitkan Knight Frank bahkan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) atau individu dengan kekayaan bersih di atas US$30 juta, tertinggi di dunia dalam lima tahun mendatang. Jumlah UHNWI diproyeksikan melonjak sekitar 81,7 persen, dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031. Laju pertumbuhan tersebut melampaui Arab Saudi dan Polandia yang diperkirakan tumbuh 63 persen, serta Vietnam dan Australia yang masing-masing mencapai 59 persen.

Knight Frank menilai akselerasi penciptaan kekayaan global kini semakin bergeser ke negara-negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Selain populasi UHNWI, jumlah miliarder di Indonesia juga diperkirakan meningkat dari 33 orang menjadi 49 orang pada periode yang sama atau tumbuh sekitar 49 persen. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar layanan wealth management domestik berpotensi berkembang semakin pesat seiring bertambahnya kelompok masyarakat beraset tinggi.

Di Indonesia, kebutuhan tersebut mulai terlihat pada kelompok affluent dan high-net-worth (HNW) dengan pendapatan bruto di atas Rp900 juta per tahun. Selain mengejar pertumbuhan nilai investasi, kelompok ini semakin memperhatikan strategi mempertahankan daya beli kekayaan di tengah tekanan inflasi, gejolak pasar keuangan, serta fluktuasi nilai tukar.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah pergerakan kurs. Dalam satu dekade terakhir, nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah meningkat sekitar 38 persen, dari Rp13.238 per dolar AS pada Juli 2016 menjadi sekitar Rp18.221,65 pada Juli 2026. Pelemahan nilai tukar tersebut berpotensi menggerus nilai riil aset apabila portofolio tidak dikelola melalui strategi diversifikasi yang tepat.

Memandang hal itu, Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, mengatakan kepemilikan aset saja belum cukup untuk menjamin keberlanjutan kesejahteraan keluarga. Ada berbagai faktor lain yang mepengaruhi, di antaranya perubahan kondisi ekonomi, termasuk inflasi dan dinamika nilai tukar, serta risiko tak terduga dapat memengaruhi rencana finansial yang telah dipersiapkan.

"Keluarga perlu mempertimbangkan diversifikasi, termasuk melalui aset dan perlindungan dalam mata uang USD, agar hasil kerja keras dapat terus memberikan manfaat dan kepastian finansial bagi generasi berikutnya,” ujar Priskilla, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).

Menurutnya, penyusunan legacy tidak semata ditentukan oleh besarnya nilai kekayaan yang akan diwariskan, tetapi juga harus mempertimbangkan tujuan jangka panjang keluarga, mulai dari keberlanjutan bisnis, pembiayaan pendidikan generasi penerus, hingga menjaga kualitas hidup ahli waris. Selain itu, evaluasi portofolio secara berkala serta diversifikasi aset dan mata uang juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kekayaan lintas generasi.

Chief Product Officer Prudential Indonesia Astono Hermawan mengatakan perusahaan melihat kebutuhan masyarakat terhadap instrumen perlindungan yang mendukung perencanaan warisan terus meningkat. “Guna membantu masyarakat menjaga keberlanjutan rencana yang telah dibangun bagi generasi berikutnya sekaligus mempersiapkan kepastian finansial," ujarnya. Ia menyontohkan, sebagai salah satu respons terhadap kebutuhan tersebut, Prudential Indonesia menghadirkan produk perlindungan jiwa berbasis dolar Amerika Serikat (USD), yakni Asuransi Jiwa PRUFuture.

Dengan meningkatnya jumlah individu kaya di Indonesia serta besarnya gelombang perpindahan kekayaan secara global, industri wealth management diperkirakan akan semakin bergeser dari sekadar menawarkan produk investasi menuju layanan yang lebih menyeluruh. Fokusnya tidak lagi hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga mencakup perencanaan suksesi, perlindungan aset, efisiensi perpajakan, hingga tata kelola kekayaan lintas generasi. Pergeseran tersebut membuka peluang bagi bank privat, perusahaan asuransi, pengelola aset, hingga family office untuk memperluas layanan bagi segmen nasabah beraset tinggi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article