Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pejabat The Fed Beri Sinyal Hawkish, Peluang Kenaikan Bunga Menguat
Ilustrasi The Fed (unsplash.com/Joshua Hoehne)

Jakarta, FORTUNE - Nada kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat kembali mengarah lebih agresif setelah Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, menyampaikan pandangan hawkish terkait arah suku bunga ke depan.

Waller, yang dikenal sebagai salah satu pejabat berpengaruh dalam penentuan kebijakan The Fed, menilai bank sentral AS sebaiknya mulai menghapus “bias pelonggaran” dari pernyataan kebijakannya. Langkah itu dinilai dapat membuka ruang bagi kemungkinan kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi tetap bertahan.

Meski demikian, Waller menegaskan dirinya belum mendorong kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Menurut dia, The Fed perlu mempertahankan sikap kebijakan saat ini hingga ada kepastian bahwa inflasi benar-benar kembali menuju target 2 persen atau justru menjadi lebih persisten.

Dalam forum ekonomi di Jerman, Waller juga mengkritik pandangan yang mulai membicarakan peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

“Agak gila untuk mengatakan bahwa kita bisa mulai membicarakan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat,” ujarnya mengutip Reuters, Senin (25/5).

Pernyataan tersebut mempertegas tantangan yang kini dihadapi Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, yang resmi dilantik hanya satu jam setelah komentar Waller disampaikan. Sebelumnya, Waller juga sempat masuk dalam daftar kandidat pengganti Ketua The Fed sebelumnya, Jerome Powell.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump yang menunjuk Warsh selama ini dikenal mendorong suku bunga lebih rendah dan beberapa kali mengkritik Powell karena dianggap tidak cukup agresif memangkas bunga acuan.

Melansir MarketWatch, Waller menilai kondisi inflasi AS yang masih tinggi membuat The Fed perlu menjaga fleksibilitas kebijakan. Inflasi pilihan The Fed tercatat mencapai 3,8 persen pada April dan mulai meluas ke berbagai sektor barang maupun jasa.

Karena itu, ia mendukung penghapusan “bias pelonggaran” dalam komunikasi kebijakan agar pasar memahami bahwa peluang penurunan suku bunga kini tidak lebih besar dibanding potensi kenaikan bunga.

Pandangan tersebut langsung memengaruhi ekspektasi pasar. Kontrak berbasis suku bunga menunjukkan peluang sekitar dua banding tiga untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat The Fed Oktober mendatang. Bahkan, peluang kenaikan bunga pada September kini mulai mendekati seimbang.

Sebelum komentar Waller muncul, mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga baru berpotensi terjadi pada Desember tahun ini.

Editorial Team