Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Ekonom Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga hingga September 2026

Ekonom Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga hingga September 2026
ilustrasi The Fed (pexels.com/Markus Winkler)

Jakarta, FORTUNE - Ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi membuat prospek kebijakan moneter Amerika Serikat kembali menjadi perhatian pelaku pasar global. Dalam kondisi tersebut, para ekonom memperkirakan bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters, Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan menahan suku bunga pada level saat ini setidaknya hingga September 2026. Meski demikian, sebagian ekonom masih memperkirakan kemungkinan adanya satu kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun, walaupun risiko inflasi meningkat seiring konflik di Timur Tengah.

Ekspektasi pasar keuangan juga mengalami perubahan. Pelaku pasar kini tidak lagi sepenuhnya memproyeksikan penurunan suku bunga pada tahun ini, bahkan mulai memasukkan peluang kenaikan suku bunga mendekati 30 persen. Konflik antara AS-Israel dan Iran yang telah berlangsung selama empat minggu turut mendorong harga minyak mentah melonjak lebih dari 40 persen.

Kendati demikian, para ekonom menilai dampak lanjutan dari kenaikan harga energi terhadap inflasi kemungkinan bersifat terbatas dan tidak berlangsung lama. Padahal, sebelum konflik terjadi, tingkat inflasi AS sudah berada sekitar satu poin persentase di atas target 2 persen yang ditetapkan The Fed. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun juga tercatat naik lebih dari 55 basis poin.

Setelah mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen pada pertemuan pekan lalu, sejumlah pejabat The Fed juga memberikan sinyal bahwa pengendalian inflasi masih menjadi prioritas utama. Kondisi ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat dinilai semakin kecil.

Hasil survei Reuters pada periode 20–25 Maret menunjukkan hampir tiga perempat ekonom, yakni 61 dari 82 responden, memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada kuartal berikutnya. Angka tersebut meningkat dibandingkan dua minggu sebelumnya, ketika sekitar dua pertiga responden masih memprediksi suku bunga akan turun ke kisaran 3,25–3,50 persen pada akhir Juni.

Selain itu, lebih dari dua pertiga responden atau 55 dari 82 ekonom memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga setidaknya hingga September.

“Diperlukan waktu lebih lama bagi The Fed untuk yakin inflasi kembali ke jalur yang sesuai dengan target 2 persen. Kami tidak melihat itu terjadi sebelum September,” ujar ekonom senior AS di Barclays, Jonathan Millar, mengutip Reuters.

Di sisi lain, dinamika politik juga turut mewarnai perdebatan mengenai arah kebijakan moneter. Presiden AS Donald Trump, yang telah mencalonkan Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya, beberapa kali mengkritik pimpinan The Fed saat ini, Jerome Powell, karena dinilai terlalu lambat menurunkan suku bunga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More

Daftar Harga BBM Pertamina per Maret 2026 Terbaru

27 Mar 2026, 15:11 WIBNews