Pembiayaan Komersial Tembus Rp5,7 T, Mega Syariah Bidik Pelaku Usaha Ekspor

- Bank Mega Syariah mencatat pembiayaan komersial lebih dari Rp5,7 triliun per Mei 2026, tumbuh 13,22% dibanding akhir 2025.
- Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi pendorong utama pertumbuhan pembiayaan korporasi berkat fundamental kuat dan prospek positif.
- Bank Mega Syariah membidik ekspansi ke sektor ekspor, infrastruktur, dan logistik dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam asesmen risiko.
Jakarta, FORTUNE - Bank Mega Syariah mencatat outstanding pembiayaan komersial mencapai lebih dari Rp5,7 triliun per Mei 2026. Nilai tersebut tumbuh 13,22 persen secara year-to-date (YtD) dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp5,17 triliun.
Kinerja pembiayaan komersial tersebut ditopang oleh dua sub segmen utama, yaitu pembiayaan korporasi yang mneyumbang 43,76 persen dari total pembiayaan bank atau lebih dari Rp4,4 triliun, serta Business Banking dengan kontribusi sebesar 13,86 persen atau senilai lebih dari Rp1,4 triliun di Mei 2026.
Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah, Guritno, menjelaskan sektor pendidikan dan kesehatan merupakaan kontributor utama pertumbuhan pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah.
"Kedua sektor tersebut memiliki fundamental yang kuat, kebutuhan yang relatif stabil, serta prospek pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan Kesehatan," kata Guritno dalam siaran pers, Jumat (19/6).
Bank Mega Syariah juga melihat peluang ekspansi pembiayaan pada sektor infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi dan logistik, serta berbagai sektor jasa lainnya. Prospek tersebut dinilai semakin menarik bagi perusahaan yang memiliki aktivitas ekspor maupun pendapatan berbasis valuta asing, terlebih di tengah situasi nilai tukar dolar AS yang mengalami penguatan signifikan. Nilai tukar yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus mendorong peningkatan pendapatan perusahaan yang memiliki basis pendapatan dalam valuta asing.
"Komposisi sektor-sektor tersebut memberikan ruang bagi Bank Mega Syariah untuk terus mengembangkan portofolio pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Guritno.
Untuk menangkap peluang tersebut, Bank Mega Syariah aktif menjalin komunikasi dengan nasabah maupun calon nasabah yang bergerak di sektor ekspor guna memahami kebutuhan pembiayaan serta rencana ekspansi bisnis perusahaan.
Meski agresif memperluas pembiayaan, perseroan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Setiap penyaluran pembiayaan dilakukan melalui asesmen menyeluruh terhadap profil risiko, kapasitas pembayaran, serta ketahanan usaha nasabah dalam menghadapi dinamika pasar global.
Hingga Mei 2026, total pembiayaan yang disalurkan perushaan tercatat mencapai lebih dari Rp9,9 triliun, tumbuh 7,20 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar Rp9,3 triliun.


















