Perkuat Likuiditas,BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar

- BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial senilai Rp500 miliar untuk memperkuat likuiditas dan mendukung kebijakan BI dalam pendalaman pasar keuangan nasional.
- SBK BRI terbagi dalam 4 tenor, dengan tingkat diskonto mulai dari 4,50 persen hingga 4,95 persen, menawarkan alternatif investasi dengan imbal hasil kompetitif bagi investor.
- Penerbitan SBK BRI menjadikan BRI sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan SBK, memperoleh peringkat IdA+ dari Pefindo atau setara dengan AAA untuk surat utang jangka panjang.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar. Adapun, penerbitan ini guna memperkuat likuiditas dan mendukung kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam pendalaman pasar keuangan nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyatakan, penerbitan surat berharga komersial merupakan instrumen jangka pendek strategis untuk meningkatkan likuiditas pasar.
“SBK BRI sebagai langkah strategis dalam memperkaya instrumen pasar uang nasional, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan di sektor perbankan, serta memperkuat peran instrumen pasar sebagai mekanisme disiplin pasar,” kata Dian melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/1).
Di samping itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan bahwa saat ini pendalaman pasar uang berperan sangat penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian global. Kehadiran alternatif instrumen jangka pendek seperti SBK BRI tidak hanya memperkuat struktur pendanaan perbankan, tetapi juga memberikan pilihan investasi yang lebih beragam bagi investor.
“Upaya bersama dalam memperdalam pasar keuangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Destry.
SBK BRI terbagi dalam empat tenor

SBK BRI ditawarkan dalam 4 tenor, yaitu tenor 1 bulan dengan tingkat diskonto 4,50 persen, 3 bulan dengan tingkat diskonto 4,60 persen, 6 bulan dengan tingkat diskonto 4,85 persen serta 12 bulan dengan tingkat diskonto 4,95 persen.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa penerbitan SBK BRI menjadi solusi pendanaan jangka pendek yang cepat dan efisien bagi Perseroan, sekaligus menawarkan alternatif investasi dengan imbal hasil kompetitif bagi investor.
Dengan struktur yang fleksibel dan tata kelola yang kuat, SBK BRI diyakini akan memperkuat pengelolaan likuiditas secara prudent serta mendukung transmisi kebijakan dan pendalaman sistem keuangan nasional.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan penerbitan SBK BRI ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran BRI pada pengembangan instrumen pasar uang nasional. Ke depan, BRI akan terus mendorong inovasi produk, memperluas basis investor, serta memastikan seluruh inisiatif pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik,” ujar Hery.
Dalam struktur penerbitan ini, BRI selaku penerbit, bekerjasama dengan BRI Danareksa Sekuritas selaku arranger. Penerbitan ini menjadikan BRI sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan SBK, sesuai dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur No. 13 tahun 2024 tentang Transaksi Pasar Uang.
SBK BRI ini juga memperoleh peringkat IdA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atau setara dengan AAA untuk surat utang jangka panjang, yang mencerminkan tingkat keandalan dan kemampuan BRI dalam memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu.


















