Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Putri Tanjung Ungkap Jurus Allo Bank Gaet Nasabah Generasi Muda
Chief Experience Officer Allobank, Putri Tanjung dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Allo Bank fokus memperkuat posisi di segmen anak muda dengan menggabungkan layanan keuangan dan gaya hidup agar lebih relevan dengan kebutuhan generasi yang dinamis.
  • Strategi kolaborasi seperti dengan WEVERSE dan penyelenggaraan Allo Bank Festival berhasil menarik jutaan pengguna baru melalui pendekatan komunitas dan pengalaman hiburan.
  • Ke depan, Allo Bank menekankan tiga pilar utama untuk mempertahankan pertumbuhan: pengalaman, fleksibilitas, dan personalisasi dalam setiap pengembangan fitur serta layanan digitalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Allo Bank Indonesia Tbk terus memperkuat posisinya di segmen anak muda melalui pendekatan yang menggabungkan layanan keuangan dengan gaya hidup (lifestyle). Strategi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor daya tarik sekaligus pendorong pertumbuhan pengguna bank digital milik CT Corp tersebut.

Chief Experience Allo Bank, Putri Tanjung mengatakan sejak awal perusahaan dirancang sebagai bank digital yang relevan dengan kebutuhan generasi muda yang terus berubah.

Nama "Allo" yang memiliki arti "all in one" dan "all for one" merujuk pada keinginan perusahaan Allo Bank sebagai platform digital yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan pengguna dalam satu ekosistem.

Menurutnya, perubahan perilaku konsumen muda membuat layanan keuangan tidak lagi cukup hanya menawarkan produk perbankan konvensional. Sebab, aspek fleksibilitas dan pengalaman menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan, khususnya para nasabah muda.

"Anak muda sekarang membutuhkan fleksibilitas. Selain itu, uang dan lifestyle sudah tidak bisa dipisahkan. Banyak yang lebih memilih pengalaman seperti konser, perjalanan, dan aktivitas komunitas dibandingkan sekadar membeli barang," ujar Putri dalam Indonesia Summit 2026 di Tribrata, Jakarta, Rabu (17/6).

Oleh sebab itu, Allo Bank mengembangkan model bisnis yang mengintegrasikan layanan keuangan dengan berbagai aktivitas gaya hidup.

Salah satu strategi yang pernah dilakukan, menurut putri ialah melalui kolaborasi Allo Bank dengan WEVERSE, platform fandom global yang memungkinkan pengguna membeli tiket konser, merchandise. Dengan strategi dan penndekatan ini, nasabah menjadi dekat dengan artis favorit mereka.

Di sisi pemasaran, Allo Bank mengandalkan strategi experiential marketing atau pemasaran berbasis pengalaman untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna.

Alih-alih hanya menawarkan produk keuangan, perusahaan berupaya menciptakan keterikatan emosional melalui berbagai aktivitas komunitas dan hiburan.

Salah satu langkah yang dinilai berhasil adalah penyelenggaraan Allo Bank Festival. Putri mengungkapkan, saat pertama kali mengumumkan festival tersebut dengan menghadirkan grup K-Pop NCT dan Red Velvet perusahaan mampu mendapatkan sekitar satu juta pengguna baru hanya dalam satu hari.

“Itu menunjukkan betapa kuatnya pendekatan berbasis komunitas dan pengalaman” ujarnya.

Namun, ia juga belajar bahwa membangun komunitas harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu perusahaan akan terus menghadirkan berbagai program dan kampanye yang relevan dengan minat pengguna, termasuk komunitas K-Pop dan berbagai komunitas lainnya.

Ke depan, Allo Bank akan terus berfokus pada tiga kebutuhan utama generasi muda, yakni pengalaman fleksibilitas dan personalisasi.

Menurut Putri, ketiga aspek tersebut menjadi landasan perusahaan dalam mengembangkan fitur dan layanan baru guna mempertahankan pertumbuhan pengguna di tengah persaingan industri bank digital yang semakin ketat.

Sepanjang 2025, Allo Bank membukukan kinerja keuangan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Emiten bank digital ini mengantongi laba bersih Rp574 miliar, atau tumbuh 23 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Akselerasi laba tersebut disokong oleh kenaikan pendapatan operasional 37 persen (YoY) menjadi Rp1,98 triliun. Selaras dengan itu, pendapatan bunga bersihnya terkerek 29 persen (YoY) ke posisi Rp1,44 triliun.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article