Jakarta, FORTUNE - Seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, kebutuhan akan otomatisasi untuk mengurangi risiko operasional semakin meningkat. Menangkap peluang tersebut, Standard Chartered Indonesia meluncurkan layanan Payouts-as-a-Service (PaaS) yang dirancang untuk mengotomatisasi proses pembayaran dalam skala besar.
Head of Transaction Banking Standard Chartered Indonesia Jenny Tantono mengatakan perusahaan di berbagai sektor, seperti e-commerce, logistik, manufaktur, FMCG, jasa keuangan, asuransi, hingga platform digital, kini harus mengelola pembayaran kepada banyak mitra, mulai dari komisi, settlement, hingga bagi hasil.
Menurut laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mendekati US$100 miliar berdasarkan gross merchandise value (GMV) pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, nilai transaksi e-commerce diproyeksikan mencapai US$71 miliar, sementara transaksi pembayaran digital diperkirakan menyentuh US$538 miliar berdasarkan gross transaction value (GTV).
"Melalui PaaS, kami membantu para klien kami mengotomatisasi pembayaran secara berulang berdasarkan aturan bisnis yang telah ditentukan, sehingga dapat mengurangi proses manual, memperkuat kontrol operasional, dan meningkatkan efisiensi," ujar Jenny, Rabu (15/7).
Dalam pelaksanaannya, sistem bisnis klien dapat terhubung langsung dengan Standard Chartered melalui application programming interface (API). Integrasi itu memungkinkan bank menerima data transaksi secara otomatis ketika aktivitas bisnis terjadi, sementara perusahaan dapat mengatur penerima pembayaran, waktu, nominal, hingga syarat pelaksanaan transaksi secara otomatis.
Selain itu, kehadiran PaaS adalah strategi perseroan untuk memperkuat layanan transaction banking bagi nasabah korporasi di Indonesia. Beberapa waktu belakangan, perseroan memang fokus pada bisnis korporasi. Salah satunya direalisasikan melalui konsolidasi parsial dengan melepas sebagian portofolio kredit ritelnya kepada Bank Danamon Indonesia pada 2023, mencakup kartu kredit, KPR, dan KTA dengan nilai aset lebih dari Rp1 triliun.
Hingga Mei 2026, Standard Chartered Indonesia membukukan pendapatan bunga senilai Rp2,18 triliun. Sementara laba tahun berjalan senilai Rp553,6 miliar.
