Comscore Tracker
FINANCE

BNI Sebut Prospek Bisnis Kartu Kredit Masih Kuat hingga Akhir Tahun 

BNI Luncurkan Kartu Kredit edisi JD.ID 

BNI Sebut Prospek Bisnis Kartu Kredit Masih Kuat hingga Akhir Tahun Kartu Kredit BNI-JD.ID

by Suheriadi

Jakarta,FORTUNE- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memandang prospek bisnis kartu kredit masih akan terus tumbuh hingga akhir tahun. Oleh karena itu, BNI berkolaborasi dengan platform e-commerce JD.ID untuk meluncurkan kartu kredit BNI JD.ID. 

Direktur Bisnis Konsumer BNI, Corina Leyla Karnalies, menyatakan secara keseluruhan rata-rata transaksi kartu kredit perseroan masih mampu tumbuh di atas 5 persen (yoy) setiap bulannya. 

"Transaksi kartu kredit kami melihat masih akan tinggi karena kita lihat mobilitas yang masih tinggi," kata Corina melalui video conference di Jakarta, Kamis (11/11). 

Corina menambahkan hingga September 2021, transaksi pembayaran belanja menggunakan Kartu Kredit BNI di platform JD.ID sendiri mengalami kenaikan sebesar 4,3 persen secara year on year (yoy). 

BNI Luncurkan Kartu Kredit edisi JD.ID

Corina menambahkan, kartu kredit BNI JD.ID berfokus terhadap perubahan pola transaksi menjadi online dan contactless. Pihaknya juga menyajikan promo menarik bagi pengguna kartu kredit tersebut.
       
"Bagi pengguna baru yang mengajukan kartu kredit BNI JD.ID, secara otomatis akan mendapatkan welcome bonus hingga Rp600.000," ujar Corina.
        
Pengguna pun dibebaskan dari biaya tahunan untuk dua tahun pertama dari tanggal aktivasi kartu tersebut. Tak hanya itu, pengguna kartu kredit BNI-JD.ID juga akan mendapatkan cashback 6 persen untuk pembelanjaan di JD.ID. 

Pelanggan juga akan mendapatkan bonus points untuk semua transaksi yang dilakukan hingga 4 kali lipat. 

Kredit konsumer BNI tumbuh kuat 9,9%

Menurutnya, hingga Oktober 2021 kredit konsumer BNI masih mampu tumbuh 9,9 persen (yoy). Kuatnya permintaan kredit konsumer tersebut juga dibarengi  terjaganya kualitas aset. 

"Permintaan yang tetap tinggi terhadap kredit di BNI ini dibarengi dengan pertumbuhan ataupun kualitas aset yang membaik," kata Corina. 

Selain itu, rasio kredit macet miliknya pada kuartal III-2021 terjaga pada level 2,7 persen, membaik dibandingkan periode sama tahun lalu pada 2,9 persen. 

Teknologi contactless sudah menjadi kebiasaan

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman, menyatakan teknologi contactless sudah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan masyarakat dunia. 

"Di banyak negara di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, adopsi pembayaran kartu contactless masih terbilang baru. Namun, kami melihat potensi kuat untuk bertumbuh," ujar Riko. 

Secara global, Riko memaparkan transaksi Visa contactless atau tap-to-pay telah tumbuh dan diadopsi secara luas. Dia menyebut kawasan Asia Pasifik memimpin adopsi pembayaran contactless. Dari total transaksi kartu Visa yang dilakukan secara tatap muka, lebih dari 50 persen menggunakan kartu contactless atau metode tap-to-pay

"Di sejumlah negara tujuan wisatawan Indonesia, seperti Australia, Singapura, Selandia Baru, dan Taiwan, porsi pembayaran kartu contactless mencapai lebih dari 75 persen dari total transaksi kartu Visa yang dilakukan secara tatap muka," tutup Rico.

Related Articles