Comscore Tracker
FINANCE

KUR Bank Mandiri Capai Rp34,3 triliun, Siap Tancap Gas Akhir Tahun

KUR Bank Mandiri didominasi sektor produktif.

KUR Bank Mandiri Capai Rp34,3 triliun, Siap Tancap Gas Akhir TahunIlustrasi UMKM Kerupuk. Shutterstock/Irmen Jagau

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - Bank Mandiri terus mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memacu ekonomi khususnya di segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Tercatat hingga akhir Oktober 2022, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR senilai Rp34,38 triliun kepada lebih dari 319 ribu debitur di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut telah mencapai 85,96 persen dari target tahun 2022 sebesar Rp40 triliun. 

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengatakan, sejak tahun 2008 Bank Mandiri konsisten mendukung penyaluran KUR. Oleh karena itu, pihaknya optimis dapat terus menggenjot KUR hingga mencapai target akhir tahun. 

“Sejalan dengan aspirasi Pemerintah dalam mendukung UMKM, penyaluran KUR juga menjadi wujud komitmen Bank Mandiri untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Jumat (18/11).  

KUR Bank Mandiri didominasi sektor produktif

Dari jumlah tersebut, lanjut Josephus, penyaluran KUR Bank Mandiri masih didominasi oleh sektor produksi yang mencapai Rp20,53 triliun atau 59,71 persen dari total realisasi KUR di akhir Oktober 2022. 

“Penyaluran KUR Bank Mandiri ke sektor produktif terus meningkat dari tahun ke tahun. Antara lain ke sektor pertanian, perikanan, jasa produksi dan industri pengolahan,” imbuh Josephus.

Bila dirinci berdasarkan sektornya, realisasi penyaluran KUR tersebut terserap antara lain ke sektor pertanian sebesar 29,34 persen, sektor jasa produksi 20,14 persen, sektor industri pengolahan 8,22 persen, dan sektor perikanan 1,99 persen.

"KUR Bank Mandiri difokuskan pada sektor produktif unggulan di masing-masing wilayah, baik pertanian, perikanan, industri pengolahan, maupun jasa-jasa produksi yang didukung sinergi dari seluruh segmen bisnis, kordinasi yang kuat di seluruh jaringan, serta kerjasama strategis dengan perusahaan finansial maupun e-commerce," paparnya.

Sampai dengan akhir tahun, bank berlogo pita emas ini optimis dapat memenuhi target penyaluran KUR yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Di samping itu, Bank Mandiri lanjut Josephus juga terus melakukan upaya untuk mengembangkan segmen UMKM untuk memiliki daya saing tinggi. 

Berikan pelatihan 13.600 UMKM melalui rumah BUMN

Pengunjung mengamati produk-produk mebel kualitas ekspor yang dijual pada pameran Obral Mebel Solo di salah satu pusat perbelanjaan di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (4/7).

Inisiatif lain yang dilakukan Bank Mandiri untuk pengembangan UMKM ialah melalui Rumah BUMN sebagai wadah pelatihan dan pembinaan yang menjadi bagian program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) Melalui Rumah BUMN. 

Hasilnya, sejak dijalankan pada 2017 lalu, Bank Mandiri telah mendirikan 22 Rumah BUMN (RB) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, total UMKM yang tergabung dalam RB Bank Mandiri sudah lebih dari 13.600 UMKM dengan jumlah tenaga kerja mencapai 42 ribu. 

“Secara sektoral, bsinis UMKM terus menunjukan pertumbuhan. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat serta dukungan Pemerindah dan regulator dalam menopang pertumbuhan UMKM,” pungkas Josephus.

Related Articles