Comscore Tracker
FINANCE

Sejumlah Bank Digital Kantongi Laba di Kuartal I-2022, Ini Faktornya

Bank Jago dan SeaBank mampu balikan keadaan rugi jadi laba.

Sejumlah Bank Digital Kantongi Laba di Kuartal I-2022, Ini FaktornyaNasabah Jago bisa menggunakan kantong Jago untuk bertransaksi di aplikasi Gojek.(Dok. Bank Jago)

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE- Sejumlah bank digital di Indonesia, PT Allo Bank Indonesia Tbk (Allobank), PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) hingga PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) tercatat mengantongi laba pada tiga bulan pertama tahun 2022. Peningkatan pendapatan bunga, menjadi faktor pendorong perolehan laba ketiganya.  

Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Mirza Adityaswara mengatakan, bank digital gencar meningkatkan penetrasi nasabah hingga meningkatkan infrastruktur teknologi untuk melayani target market dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun. Oleh sebab itu, kini bank digital sudah dapat menikmati untung dari berbagai upaya tersebut. 

"Jika dulu bank digital belum profitable, tapi sekarang hingga ke depan potensi (market) besar tersebut bakal membuahkan profit bagi bank," kata Mirza beberapa waktu lalu kepada Fortune Indonesia di Jakarta. 


 

Allo Bank kantongi laba Rp75 miliar

Menara Allo Bank. Shutterstock/Poetra.RH

Kinerja positif dicatat bank digital, Allo Bank misalnya. Hingga kuartal I-2022, perusahaan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp75 miliar. Pencapaian tersebut tumbuh 746 persen secara tahunan (yoy) bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 senilai Rp8,86 miliar. 

Emiten bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT) ini juga mencatat kenaikan pendapatan bunga yang menjadi Rp103,3 miliar atau tumbuh 88 persen (yoy) dari Rp979,7 miliar pada tahun sebelumnya. 

Selain itu, digitalisasi bank digital mampu menekan beban bunga hingga turun 30 persen (yoy) menjadi Rp22,46 miliar. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih Allo Bank tumbuh 252 persen (yoy) menjadi Rp80,83 miliar. 

Bank Jago kantongi laba Rp19 miliar

Sementara Bank Jago mencatat laba bersih senilai Rp19 miliar di kuartal pertama 2022. Torehan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi keuangan pada kuartal I-2021 yang mencatatkan rugi bersih Rp39,73 miliar.  

Laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga dan pendapatan syariah yang meningkat 729 persen secara (yoy) menjadi Rp347 miliar pada kuartal I-2022.  

Sementara beban bunga dan beban syariah tercatat sebesar Rp31 miliar, naik 267 persen (yoy). Dengan demikian pendapatan bunga bersih tercatat Rp316 miliar atau tumbuh 845 persen (yoy). 

Laba SeaBank Rp231 juta

Sementara itu, SeaBank juga mampu membalikan keadaan dengan membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp231 juta pada kuartal I-2022. Setelah pada periode yang sama tahun 2021 pihaknya mencatat rugi bersih sebesar Rp50,25 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan Seabank, pencapaian laba tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh tinggi hingga 928 persen (yoy) menjadi Rp466,67 miliar dari sebelumnya hanya Rp45,39 miliar. 

Implementasi bank digital di masyarakat tentu menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan bunga bank digital. Terlebih, pelayanan transaksi bank digital cukup mudah melalui aplikasi di smartphone.

Related Articles