Comscore Tracker
FINANCE

Terus Pupuk Fee Based Income, Fitur Bank Jago Makin Dinikmati Nasabah

Nasabah Bank Jago capai 3 juta.

Terus Pupuk Fee Based Income, Fitur Bank Jago Makin Dinikmati NasabahIlustrasi aplikasi Bank Jago. (Shutterstock/farzand01)

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) terus memupuk pendapatan komisi, provisi dan administrasi di luar bunga atau fee based income (FBI) dengan seluruh fitur yang disediakan. 

Berdasarkan laporan keuangan Bank Jago di Juli 2022, FBI Bank Jago tercatat sebesar Rp6,77 miliar. Nilai tersebut tumbuh 68 persen secara year on year (yoy) dibandingkan dengan Juli 2021 yang senilai Rp4,02 miliar.

Kondisi tersebut tentu sangat didukung oleh beragamnya fitur yang telah disediakan oleh Bank Jago.
 

Nasabah Bank Jago capai 3 juta

Penerimaan tinggi masyarakat terhadap Aplikasi Jago juga mendorong jumlah nasabah funding mencapai lebih dari 3 juta nasabah pada akhir Juni 2022. 

Jumlah nasabah ini tumbuh lebih dari 100 persen dalam 6 bulan atau tercatat 1,4 juta nasabah pada akhir 2021. “Kami memaknai pertumbuhan ini sebagai apresiasi terhadap upaya kami dalam menghadirkan aplikasi perbankan yang menjawab kebutuhan nasabah,” ujar Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis (1/9). 

Meningkatnya jumlah nasabah juga mendorong dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 253 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp6,1 triliun.

Perluas experience nasabah

Sejumlah pengalaman menarik juga dibagikan oleh nasabah Bank Jago. Wanita yang berkarier sebagai karyawan swasta bernama Arini (34 tahun) telah lama menggunakan aplikasi Jago. 

Karyawan swasta di perusahaan minyak ini mendownload aplikasi karena tertarik dengan integrasi GoPay dengan Jago. Kerjasama “GoPay Jago” melalui top up saldo telah memangkas satu proses yang selama ini bikin ribet Arini dan konsumen lainnya. 

Karena sudah menjadi rutinitas, Arini kerap top up saldo GoPay rata rata sejuta per pekan. Atau bahkan top lagi 500 ribu jika ada kebutuhan bayar mendesak. 

"Setiap kita melakukan pembayaran pakai GoPay, kita tak perlu top up lagi. Langsung mendebet isi rekening tabungan kita di Jago," kata Arini. 

Dari sekadar menggunakan Kantong Jago untuk transaksi hariannya di GoPay, kini Arini sudah mencoba banyak fitur lain. Yang paling membantu adalah autodebet rekening Jago untuk pembelian produk reksadana di Bibit. 

Bagas, pengguna aplikasi Jago lainnya, juga menceritakan pengalaman serupa. Kalau Arini sangat terbantu dalam urusan bayar membayar di platform Gojek, Bagas dalam urusan beli jual produk investasi. 

Karyawan startup ini rutin berinvestasi di Bibit sejak setahun terakhir. Ia mencoba disiplin, tapi dengan cara konvensional. Misalnya, selalu top up rekening Bibit tiap menerima gaji. 

"Sekarang saya tidak perlu repot top up, karena saya sudah setting autodebet rekening Jago setiap tanggal 26 untuk pembelian reksadana di Bibit. Jumlah yang di autodebet dan produk reksadana sudah saya tentukan untuk otomatis terpotong. Mudah, cepat dan tidak bikin repot,” kata anak milenial usia 27 tahun ini yang menjalankan prinsip “dollar cost averaging” dalam setahun terakhir.  

Dollar cost averaging merupakan strategi investasi yang lagi digandrungi investor yang sumber dananya berasal dari gajian. Jago dan Bibit telah menjalin kolaborasi sejak tahun lalu. Aplikasi Jago tertanam di aplikasi Bibit sehingga nasabah bisa mengakses atau pembukaan rekening melalui Jago atau sebaliknya.

Related Articles