Comscore Tracker
FINANCE

Tingkatkan Customer Experience, Bank Jago Siapkan Fitur QRIS

Pengembangan QRIS di Bank Jago sudah tahap akhir.

Tingkatkan Customer Experience, Bank Jago Siapkan Fitur QRISHead of Sustainability Bank Jago Andy Djiwandono saat Media Experience di Jakarta/ Fortune Indonesia

by Suheriadi

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Jago Tbk (Bank Jago) terus mengembangkan inovasi dalam rangka meningkatkan customer experience melalui aplikasi Jago miliknya. Terbaru, bank dengan kode saham ARTO ini sedang menyiapkan fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di aplikasi.

Di saat bank digital lain mengeluarkan fitur QRIS di awal peluncuran, hal yang berbeda ditampilkan oleh Bank Jago. Bank berlogo orange ini mengandalkan fitur kantong Jago sebagai inisiatif utama yang ditawarkan kepada nasabah.

Hal tersebut disampaikan Head of Sustainability Bank Jago Andy Djiwandono saat Media Experience di Jakarta. Menurutnya, pihaknya ingin menampikan layanan yang berbeda dengan bank digital lainya.

"Kita ingin waktu launching pun sebisa mungkin fiturnya harus berbeda dengan yang lain. Jadi kita fokusnya memang ke fitur Kantong," kata Andy di bilangan SCBD Jakarta, Kamis (9/6).

Pengembangan QRIS di Bank Jago sudah tahap akhir

Dikesempatan yang sama, Head of Product and Customer Value Proposition Bank Jago Irene Santoso menyebut, banyak nasabahnya yang telah mempertanyakan fitur sistem pembayaran tersebut. Irene pun menjelaskan, bahwa pengembangan fitur QRIS di Bank Jago sudah tahap akhir untuk siap diluncurkan

"Fitur ini sedang dalam pengembangan tahap akhir dan fitur ini juga sebenarnya sudah banyak pelanggan yang menunggu," kata Irene.

Irene menyatakan, dengan adanya QRIS, pengguna bisa dengan mudah bertransaksi ke merchant melalui kantong Jago.

BI catat transaksi QRIS capai Rp14,79 triliun

Sejak dirilis pada 17 Agustus 2019, Bank Indonesia (BI) mencatat akseptasi QRIS telah tersebar di 34 provinsi dan 480 kota/kabupaten secara nasional. Sementara itu, jumlah merchant dan pengguna QRIS juga telah mencapai 16,6 juta, dan sekitar 90 persen di antaranya adalah pelaku usaha UMKM seperti pedagang kaki lima dan pasar tradisional atau kios di pusat belanja.

BI pun mencatat, volume transaksi QRIS hingga kuartal I-2022 telah berjumlah 174,37 juta transaksi. Dari segi nominal transaksi, totalnya mencapai Rp14,79 triliun. Nilai itu meroket 359 persen (YoY) dan 33 persen (QoQ).

Related Articles