Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Suku Bunga Naik Jadi 5,5 Persen, BI Fokus Jaga Rupiah
Bank Indonesia (BI) (bi.go.id)
  • Bank Indonesia menaikkan BI-Rate menjadi 5,50 persen untuk memperkuat stabilitas rupiah dan menjaga inflasi tetap sesuai target pemerintah.

  • Kenaikan suku bunga dilakukan setelah evaluasi menunjukkan pelemahan rupiah akibat ketidakpastian global dan keluarnya investasi asing.

  • BI juga menyiapkan empat langkah tambahan seperti penyesuaian SRBI dan intensifikasi operasi moneter guna menjaga likuiditas dan stabilitas pasar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen pada Selasa (9/6). Kebijakan tersebut diambil setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan BI dengan mempertimbangkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat kondisi global.

Selain BI-Rate, bank sentral juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,25 persen. Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas rupiah sekaligus menjaga inflasi tetap sesuai target pemerintah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, kenaikan suku bunga dilakukan sebagai respons terhadap gejolak global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah,” ujar Ramdan dalam siaran pers, Selasa (9/6).

Alasan suku bunga naik jadi 5,5 persen

Keputusan kenaikan BI-Rate dilakukan setelah bank sentral mengevaluasi perkembangan ekonomi sejak RDG Bulanan pada 19–20 Mei 2026.

Dalam evaluasi tersebut, BI mencatat nilai tukar rupiah bergerak lebih lemah dari perkiraan. Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari ketidakpastian global yang berlanjut hingga meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri.

Selain itu, BI juga melihat adanya aliran keluar investasi portofolio asing dari pasar Indonesia. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah sehingga bank sentral mengambil langkah untuk meningkatkan daya tarik investasi.

BI menilai kenaikan suku bunga dapat meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik. Dengan imbal hasil yang lebih menarik, aliran investasi portofolio asing diharapkan kembali masuk sehingga membantu menjaga stabilitas nilai tukar.

Kebijakan tersebut juga menjadi langkah antisipasi untuk menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen yang telah ditetapkan pemerintah.

Empat langkah BI setelah kenaikan BI-Rate

Selain menaikkan suku bunga acuan, BI menyiapkan sejumlah kebijakan operasi moneter untuk memperkuat stabilitas rupiah.

Pertama, BI menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Penyesuaian ini dilakukan agar instrumen investasi domestik tetap kompetitif dibandingkan negara lain.

Kedua, BI memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai atau hedging swap bagi investor asing sebesar 10 persen. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan daya tarik investasi asing dengan mengurangi beban yang selama ini ditanggung investor.

Ketiga, BI membuka kembali fasilitas lelang repurchase agreement (repo) untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan bagi perbankan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sistem perbankan.

Melalui kebijakan tersebut, BI menargetkan pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap berada di level dua digit atau lebih dari 10 persen. Instrumen repo nantinya menjadi salah satu alat utama dalam pengelolaan likuiditas moneter.

Keempat, BI meningkatkan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing. Untuk pasar rupiah, bank sentral membuka lelang SRBI dua kali dalam seminggu, sementara stabilisasi valas dilakukan melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta transaksi NDF di pasar internasional.

Dampak kenaikan suku bunga terhadap pasar

Kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen akan memengaruhi berbagai sektor ekonomi, terutama pasar keuangan dan instrumen investasi.

Dari sisi pasar valuta asing, peningkatan suku bunga diharapkan memperkuat daya tarik aset berbasis rupiah. Dengan imbal hasil yang lebih tinggi, investor asing memiliki insentif untuk kembali menempatkan dana di pasar domestik.

Sementara itu, dari sisi perbankan, kenaikan suku bunga acuan dapat berdampak terhadap penyesuaian suku bunga simpanan maupun kredit. Bank akan menyesuaikan kebijakan masing-masing dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan pasar.

BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui kebijakan fiskal dan moneter. Koordinasi tersebut diarahkan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan global.

BI menyebut kerja sama kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal dilakukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia,” kata Ramdan.

Dengan BI-Rate berada di level 5,50 persen, arah kebijakan moneter akan tetap bergantung pada perkembangan nilai tukar, inflasi, serta kondisi ekonomi global.

Bank Indonesia masih akan melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan pasar dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas rupiah.

FAQ seputar suku bunga naik jadi 5,5 persen

Mengapa BI menaikkan suku bunga jadi 5,5 persen?

BI menaikkan suku bunga untuk memperkuat rupiah dan menjaga inflasi tetap dalam sasaran.

Berapa kenaikan BI-Rate pada Juni 2026?

BI menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Apa dampak kenaikan suku bunga bagi investasi?

Kenaikan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik aset domestik melalui imbal hasil yang lebih tinggi.

Apa instrumen lain yang dinaikkan BI selain BI-Rate?

BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility.

Editorial Team

Related Article