Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Uang Kuliah Naik 282 Persen, Ini Kiat Persiapan Dananya
ilustrasi belajar, kuliah, dosen (pexels.com/Yan Krukau)
  • Biaya pendidikan tinggi di Indonesia melonjak 282 persen dalam sepuluh tahun terakhir, dengan rata-rata dana kuliah mencapai Rp19,01 juta per tahun menurut data BPS 2025.
  • Priskilla Fachruddin dari Prudential Indonesia menekankan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang melalui diversifikasi investasi dan peninjauan berkala agar nilai dana tetap relevan di masa depan.
  • Asuransi jiwa seperti PRUFuture direkomendasikan sebagai proteksi tambahan untuk menjamin keberlanjutan dana pendidikan anak, seiring kinerja keuangan Prudential Indonesia yang tumbuh stabil pada 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah lonjakan biaya pendidikan yang signifikan, artikel ini menyoroti munculnya kesadaran finansial yang lebih matang di kalangan orang tua. Dengan panduan dari pakar keuangan seperti Priskilla Fachruddin, masyarakat didorong untuk merencanakan dana pendidikan secara strategis melalui diversifikasi investasi dan proteksi jangka panjang, menunjukkan bahwa tantangan ekonomi dapat menjadi momentum memperkuat literasi serta ketahanan finansial keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Lonjakan biaya pendidikan tinggi di Indonesia yang mencapai 282 persen dalam satu dasawarsa terakhir memicu kekhawatiran serius bagi para orang tua. Menanggapi fenomena ini, Certified Financial Planner (CFP) Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, menyatakan persiapan dana kuliah anak di dalam maupun luar negeri kini tidak lagi sekadar berfokus pada nominal yang dikumpulkan, melainkan pada relevansi nilai dana tersebut pada masa mendatang.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memastikan nilai dana tersebut tetap relevan dengan tujuan yang ingin dicapai di masa depan,” ujar Priskilla melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (22/6).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, rata-rata dana pendidikan per peserta didik untuk jenjang perkuliahan telah mencapai Rp19,01 juta per tahun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan dengan 2015 yang hanya berkisar Rp4,98 juta per tahun.

Tantangan finansial ini kian nyata bagi orang tua yang membidik institusi mancanegara. Laporan OECD (2026) mengungkapkan bahwa mahasiswa internasional di sejumlah negara tujuan pendidikan harus membayar biaya kuliah rata-rata dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa domestik. Kondisi ini menegaskan bahwa menembus pendidikan global membutuhkan perencanaan keuangan jauh lebih matang.

Untuk membantu orang tua menyiasati inflasi pendidikan, Priskilla membagikan tiga strategi utama yang dapat diimplementasikan:

  • Makin panjang lini masa persiapan, makin besar ruang bagi keluarga membangun pos dana pendidikan secara bertahap sekaligus memitigasi risiko perubahan kebutuhan pada masa depan.

    “Hal tersebut bisa dimulai dengan melakukan diversifikasi aset dan investasi agar return yang didapatkan di masa depan lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan,” kata Priskilla.

  • Orang tua tidak boleh hanya terpaku pada biaya semesteran. Komponen biaya hidup, akomodasi, transportasi, asuransi, hingga kebutuhan pendukung lainnya harus masuk dalam perhitungan. Mengingat biaya hidup dan pendidikan terus naik, peninjauan (review) rencana keuangan wajib dilakukan secara berkala agar tetap selaras dengan kondisi ekonomi makro.

  • Melengkapi Rencana dengan Proteksi Memadai Mengingat masa persiapan dana pendidikan berjalan dalam jangka panjang, risiko tak terduga selalu mengintai. Proteksi yang kuat dan peninjauan polis asuransi secara rutin menjadi instrumen penting untuk memastikan kepastian masa depan anak.

Sebagai instrumen pendukung, Priskilla merekomendasikan Asuransi Jiwa PRUFuture dari Prudential Indonesia. Produk perlindungan jiwa berbasis mata uang US$ ini dirancang untuk membantu nasabah mengamankan tujuan finansial jangka panjang, termasuk kebutuhan studi anak di luar negeri.

Langkah proteksi ini didukung oleh fundamental perusahaan yang solid. Sepanjang 2025, Prudential Indonesia membukukan laba bersih Rp2,4 triliun, atau tumbuh 44 persen secara tahunan, yang mencerminkan stabilitas kinerja keuangan korporasi di tengah dinamika pasar.

Editorial Team

Related Article