Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Damai Indah Golf Gandeng BINUS, Perluas Ekosistem Golf Muda
Dok. Damai Indah Golf Course
  • Damai Indah Golf BSD bekerja sama dengan BINUS SCHOOL Serpong meluncurkan program ekstrakurikuler golf untuk memperkenalkan olahraga ini sejak usia sekolah.
  • Jumlah pegolf Indonesia meningkat pesat dari 52.000 pada 2020 menjadi 170.000 pada 2023, membuka peluang bisnis di sektor lapangan, wisata, dan perlengkapan golf.
  • Kolaborasi ini bertujuan membangun karakter, disiplin, serta regenerasi pemain muda agar industri golf nasional tumbuh berkelanjutan dan mendukung pariwisata Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Di tengah pertumbuhan industri golf nasional, pelaku usaha lapangan golf mulai mencari cara baru untuk memperluas basis pemain sekaligus membangun ekosistem olahraga tersebut sejak usia dini. Salah satunya dilakukan Damai Indah Golf BSD yang menggandeng BINUS SCHOOL Serpong menghadirkan program ekstrakurikuler golf bagi siswa.

Langkah ini hadir ketika golf tidak lagi dipandang sekadar olahraga rekreasi atau sarana jejaring bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pemain golf di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan. Data Persatuan Golf Indonesia (PGI) menunjukkan jumlah pegolf nasional melonjak dari sekitar 52.000 orang pada 2020 menjadi 170.000 orang pada 2023.

Pertumbuhan tersebut turut membuka peluang bisnis yang lebih luas, mulai dari pengelolaan lapangan, wisata golf, hingga perlengkapan olahraga. Laporan Arizton memperkirakan nilai pasar perlengkapan golf Indonesia mencapai US$815,97 juta pada 2024 dan berpotensi menembus US$1,08 miliar pada 2030.

Di sisi lain, Indonesia juga semakin agresif mengembangkan golf sebagai bagian dari industri pariwisata. Minat bermain golf disebut meningkat sekitar 20 persen sejak pandemi, sementara pemerintah mulai mendorong golf sebagai salah satu daya tarik wisata di berbagai destinasi unggulan.

Melihat tren tersebut, BINUS SCHOOL Serpong dan Damai Indah Golf BSD menghadirkan program ekstrakurikuler golf yang dapat diikuti siswa untuk mendapatkan pelatihan langsung dari instruktur profesional di lapangan berstandar internasional.

Program tersebut mencakup latihan teknik dasar dan lanjutan, pemahaman etika bermain golf, hingga simulasi pertandingan yang dirancang untuk membangun disiplin, konsentrasi, dan mental kompetitif.

Director BINUS SCHOOL Serpong, Gerald Donovan, mengatakan kehadiran ekskul golf melengkapi lebih dari 80 kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia bagi siswa. "Anak-anak yang belajar golf hari ini sedang mempersiapkan diri untuk membentuk kepribadian dan karier mereka di masa mendatang. BINUS SCHOOL Serpong mempersiapkan siswanya menjadi individu yang berprestasi secara akademik, percaya diri, dan berkarakter tangguh dalam menghadapi dinamika dunia global yang terus berkembang,” ungkap Gerald, dalam keterangan pers, Rabu (10/6).

Bagi Damai Indah Golf, kolaborasi dengan institusi pendidikan juga menjadi bagian dari upaya memperluas pasar dan regenerasi pemain golf nasional.

General Manager Damai Indah Golf, Hengki Wirawan, mengatakan pengenalan golf sejak usia muda memiliki nilai yang lebih besar dibanding sekadar mencetak atlet. Meurutnya, golf bukan hanya tentang kemampuan bermain di lapangan, tetapi juga tentang membangun karakter. Melalui kolaborasi dengan BINUS SCHOOL Serpong, ia berharap program ini dapat membantu melahirkan generasi muda yang disiplin, percaya diri, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

"Jika nantinya lahir atlet golf berprestasi, tentu kami akan bangga, namun yang lebih penting adalah lahirnya individu-individu yang memiliki karakter kuat untuk sukses di bidang apa pun yang mereka pilih," ujarnya.

Strategi memperkenalkan golf kepada kalangan pelajar dinilai sejalan dengan kebutuhan industri untuk memperluas basis pemain. Meski Indonesia memiliki sekitar 170 lapangan golf dan potensi wisata golf yang besar, tingkat partisipasi pemain masih relatif rendah dibanding sejumlah negara tetangga di Asia.

Karena itu, pengembangan talenta sejak usia sekolah mulai dipandang sebagai investasi jangka panjang, tidak hanya bagi industri golf, tetapi juga bagi sektor pendidikan, pariwisata, dan gaya hidup.

Editorial Team

Related Article