Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Fokus Ekspansi GOLF 2026 Ditopang Belanja Modal Rp319 Miliar

Fokus Ekspansi GOLF 2026 Ditopang Belanja Modal Rp319 Miliar
Investor Relations PT Intra GolfLink Resorts Tbk, Rave Arvense setelah paparan publik GOLF pada Selasa (2/6). (Fortune Indonesia/Tanayastri Dini)
Intinya Sih
  • GOLF menyiapkan belanja modal Rp319 miliar pada 2026 untuk ekspansi properti hotel, termasuk pembangunan The Links Golf Villa Cluster 2 dan fasilitas pendukungnya.
  • Dana investasi berasal dari sisa dana IPO sebesar 53 persen serta fasilitas kredit Nobu Bank, dengan fokus menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan melalui proyek komersial dan renovasi fasilitas.
  • Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 10 persen pada 2026 dan berambisi membangun ekosistem wisata golf terpadu guna menarik turis mancanegara seperti pasar Korea dan Jepang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) menganggarkan belanja modal senilai Rp319 miliar pada 2026. Alokasi dana difokuskan pada ekspansi properti hotel.

Mayoritas dana, yakni sebesar Rp197 miliar, GOLF alokasikan untuk pembangunan hotel dan pembangunan The Links Golf Villa Cluster 2. Properti The Links Golf Villa Cluster 2 itu telah memasuki fase pemasaran sejak akhir 2025.

"Sebanyak 24 unit pada klaster pertama telah terjual habis," kata Komisaris Utama PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), Darma Mangkuluhur Hutomo dalam paparan publik GOLF, dikutip Senin (8/6).

Selain itu, alokasi belanja modal sebesar Rp66,7 miliar ditujukan untuk pengembangan bangunan komersial untuk recurring income seperti F&B dan fasilitas penunjang lainnya. Perseroan juga merencanakan renovasi fasilitas clubhouse senilai Rp36,7 miliar; renovasi lapangan golf senilai Rp12,6 miliar; dan pembelian peralatan senilai Rp6,3 miliar.

"Pendanaan berasal dari dana IPO dan fasilitas kredit Nobu Bank. Untuk saat ini, dana IPO masih tersisa 53 persen," ujar Investor Relations GOLF, Rave Arvense.

Terkait kinerja, GOLF menargetkan pertumbuhan pendapatan sampai dengan 10 persen pada 2026, di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Sentimen itu dinilai dapat menguntungkan sektor pariwisata Bali, tempat properti dan lapangan golf perseroan beroperasi.

Perseroan juga akan berfokus pada potensi jangka panjang wisata golf. Merujuk pada studi kasus di Vietnam, pada 2015 mereka berhasil menarik 200 ribu turis golf tahunan, dan diproyeksikan mencapai 1 hingga 1,5 juta orang pada 2025, terutama dari pasar Korea dan Jepang. Para wisatawan ini tidak hanya datang untuk bermain golf, tetapi juga untuk berwisata.

Darma mengatakan, visi besar GOLF adalah membangun ekosistem yang komprehensif guna menarik minat segmen pasar tersebut, mencakup paket wisata, kualitas lapangan, fasilitas F&B, resor, hingga infrastruktur jalan. "Sebagai perbandingan, Thailand telah meraih 750 ribu turis golf pada 2015 dan sekitar 700 ribu hingga 1 juta pada 2016. Kami belajar dari kesuksesan negara-negara tersebut untuk mengimplementasikan strategi serupa di Indonesia," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More