Jakarta, FORTUNE - Tekanan terhadap daya beli membuat konsumen Indonesia semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang, termasuk untuk produk perawatan diri. Laporan NielsenIQ Indonesia Mid-Year Consumer Outlook Guide to 2025 menunjukkan sebanyak 41 persen konsumen mengaku lebih berhati-hati dalam berbelanja, naik dari 34 persen pada tahun sebelumnya. Meski demikian, konsumen tetap membeli produk fast-moving consumer goods (FMCG), tetapi semakin selektif dalam memilih merek dan produk yang menawarkan nilai terbaik.
Perubahan perilaku tersebut ikut mengubah lanskap industri beauty dan personal care. Menurut riset Euromonitor International, pasar beauty and personal care Indonesia masih mencatat pertumbuhan karena konsumen tetap mencari produk berkualitas dengan harga yang kompetitif. Di tengah tekanan daya beli, konsumen semakin selektif memilih produk yang menawarkan kualitas sepadan dengan harga. OIeh karena itu, pelaku industri berlomba menghadirkan inovasi, menjaga harga tetap terjangkau, dan memperkuat strategi penjualan. Tren itu juga tercermin pada pasar skin care yang nilainya diperkirakan mencapai Rp60,2 triliun pada 2025. Meski facial care masih menjadi kategori terbesar, permintaan terhadap body care dan hand care juga terus meningkat seiring semakin luasnya rutinitas perawatan kulit di kalangan konsumen.
Merespons tren tersebut, Marina memperkuat strategi melalui pengembangan produk di berbagai kategori, mulai dari body care, skincare, kosmetik, fragrance, hingga personal hygiene. Seluruh produk diklaim telah melalui uji klinis, bersertifikat halal, dan tetap dipasarkan pada kisaran harga yang terjangkau untuk menjangkau konsumen.
Senior GM Brand Consumer Marketing, Marina Elfia Rahmi, mengatakan perawatan diri tetap menjadi investasi penting bagi perempuan untuk membangun kepercayaan diri. Menurutnya, perusahaan terus melakukan inovasi berkelanjutan di seluruh lini produk Marina, guna menghadirkan solusi perawatan yang berkualitas, adaptif, serta tetap mudah diakses oleh seluruh perempuan Indonesia,
"Di tengah berbagai tantangan termasuk tekanan ekonomi, merawat diri menjadi investasi untuk perempuan dalam membangun rasa percaya diri dan mempersiapkan diri mencapai tujuan,” ujar Elfia, dalam keterangannya, Selasa (21/7).
Selain memperkuat portofolio produk, perusahaan meluncurkan program nasional "Marina Modal Berani Bersinar" yang berlangsung pada 21 Juli hingga 21 Oktober 2026. Program tersebut ditujukan untuk mendorong perempuan Indonesia tetap konsisten merawat diri sekaligus membangun rasa percaya diri di tengah dinamika ekonomi.
Melalui program itu, konsumen yang membeli produk Marina dengan minimum pembelian Rp20.000 di gerai maupun toko daring dapat mengunggah bukti pembelian melalui WhatsApp resmi Marina untuk dan berkesempatan mendapat berbagai hadiah. Strategi tersebut tersebut diharapkan dapat mendorong penjualan dan menjadi dukungan bagi perempuan agar tetap aktif, produktif, dan memiliki kesempatan mengembangkan diri melalui berbagai aktivitas positif.
“Marina berkomitmen untuk terus mendampingi perempuan Indonesia dalam setiap langkahnya, baik melalui produk-produk yang berkualitas maupun inisiatif yang relevan dengan kebutuhan mereka, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini,” ujar Elfia.
Sebagai informasi, Marina berada di bawah naungan PT Tempo Scan Pacific Tbk, yang juga membukukan pertumbuhan bisnis pada 2025. Dalam Laporan Tahunan 2025, Tempo Scan mencatat penjualan neto Divisi Consumer Products & Cosmetics meningkat 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp4,86 triliun. Di dalamnya, segmen Consumer Products tumbuh 4,5 persen, sedangkan segmen Cosmetics naik 15,5 persen meski pasar kosmetik secara umum masih menghadapi perlambatan dipengaruhi situasi ekonomi.
