Jakarta, FORTUNE – BMW Group Indonesia memulai babak baru strategi elektrifikasinya di Tanah Air dengan meluncurkan New BMW iX3 50 xDrive M Sport, model pertama yang dibangun di atas platform Neue Klasse, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Mobil listrik premium yang diproduksi di BMW Group Plant Debrecen, Hungaria itu dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp2,269 miliar (off-the-road).
Kehadiran SUV listrik milik produsen otomotif Jerman tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi BMW menuju generasi kendaraan listrik yang lebih cerdas, efisien, dan terdigitalisasi.
New BMW iX3 sekaligus menandai dimulainya era Neue Klasse di Indonesia. Platform baru ini akan menjadi fondasi lebih dari 40 model baru dan penyegaran produk BMW secara global hingga 2027.
President Director BMW Group Indonesia, Peter Medalla mengatakan peluncuran New BMW iX3 bukan sekadar menghadirkan model kendaraan listrik terbaru, tetapi juga membawa generasi baru BMW yang menggabungkan desain progresif, teknologi digital, dan elektrifikasi tanpa meninggalkan karakter berkendara khas BMW.
"New BMW iX3 bukan hanya kendaraan listrik terbaru, melainkan representasi dari generasi baru BMW yang menghadirkan desain progresif, inovasi digital, dinamika berkendara, serta teknologi elektrifikasi terbaru tanpa mengorbankan Sheer Driving Pleasure yang menjadi DNA kami," ujar Peter di ajang Media Day Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD Rabu (29/7).
Model terbaru tersebut dibangun menggunakan arsitektur 800 volt dan mengusung BMW eDrive Generasi Keenam, yang diklaim meningkatkan efisiensi sekaligus performa. Mobil ini dibekali dua motor listrik dengan tenaga 469 hp dan torsi 645 Nm, mampu berakselerasi dari 0–100 km per jam dalam 4,9 detik, serta memiliki jarak tempuh hingga 805 kilometer berdasarkan standar WLTP.
BMW juga meningkatkan kemampuan pengisian daya. Dengan teknologi DC Fast Charging 400 kW, baterai dapat menambah jarak tempuh hingga 372 kilometer hanya dalam 10 menit, sementara pengisian dari 10 persen ke 80 persen dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 21 menit.
Dari sisi digitalisasi, New BMW iX3 menjadi model produksi pertama yang mengadopsi BMW Panoramic iDrive, didukung empat komputer berperforma tinggi atau Superbrains yang memiliki kemampuan pemrosesan hingga 20 kali lebih cepat dibandingkan sistem elektronik sebelumnya. Teknologi tersebut mengintegrasikan fungsi dinamika berkendara, sistem bantuan mengemudi, infotainment, hingga berbagai fitur kenyamanan kendaraan.
BMW juga mulai mengintegrasikan teknologi Large Language Model (LLM) melalui pembaruan perangkat lunak (over-the-air update) secara bertahap, memperkuat strategi perusahaan menghadirkan kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicle).
Selain peningkatan performa, BMW menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu pilar utama platform Neue Klasse. Sekitar sepertiga material kendaraan berasal dari bahan daur ulang, termasuk penggunaan 100 persen recycled PET pada material interior serta aluminium daur ulang pada sejumlah komponen. BMW mengklaim jejak karbon produk (product carbon footprint) berhasil ditekan hingga 34% dibandingkan model sebelumnya sepanjang siklus hidup kendaraan.
Selain memperkenalkan New BMW iX3, BMW Group Indonesia juga memanfaatkan GIIAS 2026 untuk memperkuat posisinya di segmen otomotif premium.
