Jakarta, FORTUNE - Rumah mode asal Italia, Prada, pada Minggu (7/6), memperkenalkan lapisan bagian dalam pakaian yang akan dikenakan astronaut NASA dalam misi ke Bulan. Langkah ini menegaskan ambisi Prada menjadi merek mewah besar pertama yang memperluas kiprahnya ke industri antariksa.
Pakaian ketat yang dirancang bersama pengembang infrastruktur antariksa berbasis di Houston, Axiom Space, tersebut dilengkapi tabung ventilasi yang dirajut langsung ke dalam kain. Produk itu merupakan bagian dari Liquid Cooling and Ventilation Garment, sistem yang berfungsi membantu mengatur suhu tubuh astronaut selama menjalankan misi.
“Kami memiliki spektrum kemampuan dan keahlian yang sangat luas,” kata Chief Marketing Officer Prada, Lorenzo Bertelli, dalam sebuah acara di gerai Prada di Manhattan, mengutip Reuters.
Menurut Bertelli, pengalaman dan kemampuan teknis yang dibangun Prada selama bertahun-tahun dapat diterapkan pada berbagai bidang di luar industri fesyen.
Chief Executive Officer Axiom Space, Jonathan Cirtain, mengatakan pengembangan produk untuk eksplorasi luar angkasa tidak selalu harus berasal dari industri yang secara langsung terkait dengan teknologi antariksa.
“Keahlian untuk mengembangkan produk eksplorasi luar angkasa dapat datang dari banyak industri yang tampaknya tidak berhubungan,” ujarnya.
Produk terbaru ini melanjutkan langkah Prada di sektor antariksa yang dimulai pada 2024 melalui peluncuran rancangan baju antariksa yang diproyeksikan digunakan dalam misi pendaratan Bulan Artemis 4 NASA pada 2028.
Dunia fesyen mewah selama ini kerap menjadikan eksplorasi luar angkasa sebagai sumber inspirasi desain. Namun, menurut ahli strategi merek mewah sekaligus profesor pemasaran di Stern School of Business, New York University, Thomai Serdari, Prada telah melangkah lebih jauh. “Prada telah melampaui sekadar inspirasi dan masuk ke dalam kemitraan nyata,” katanya.
Serdari menilai ada dua alasan utama di balik ketertarikan Prada terhadap industri antariksa. Pertama, untuk menjangkau konsumen berdaya beli tinggi yang mulai mempertimbangkan wisata luar angkasa. Kedua, untuk memperkuat citra merek sebagai pelopor pemikiran avant-garde dan inovasi.
Fenomena wisata antariksa bagi kalangan kaya memang terus berkembang, didorong oleh perusahaan seperti Blue Origin milik Jeff Bezos dan SpaceX milik Elon Musk.
Kepala Global Barang Mewah Bernstein, Luca Solca, menilai kembalinya era eksplorasi luar angkasa dan rencana perjalanan manusia ke Bulan akan menarik perhatian publik secara luas. “Kembalinya eksplorasi luar angkasa dan perjalanan manusia ke Bulan pasti akan menarik banyak perhatian,” katanya.
Menurut Solca, merek-merek mewah perlu terus menjaga relevansi dan visibilitasnya di tengah perubahan tren konsumen global.
