Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bitcoin Tembus 13 Besar Aset Dunia, Lampaui Saham Tesla dan Meta

Bitcoin Tembus 13 Besar Aset Dunia, Lampaui Saham Tesla dan Meta
ilustrasi bitcoin (pixabay.com/RoyBuri)
  • Bitcoin diperdagangkan sekitar US$72.000 pada 20 Agustus 2026, dengan kapitalisasi pasar US$1,3 triliun yang menempatkannya di peringkat ke-13 aset global.
  • Lonjakan Bitcoin lebih dari 6 persen didukung sentimen aset digital, rencana pembelian kembali obligasi AS, arus masuk ETF spot US$517,2 juta, serta likuidasi short.
  • Peringkat Bitcoin dapat berubah cepat mengikuti harga; kapitalisasi Bitcoin dihitung dari koin beredar, berbeda dengan dana kelolaan ETF seperti VOO.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNEBitcoin kembali memperlebar skala kapitalisasinya di pasar global. Aset kripto dengan nilai pasar terbesar tersebut kembali masuk jajaran 13 aset terbesar dunia, setelah penguatan harga mendorong kapitalisasi pasarnya melewati sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat, termasuk Tesla dan Meta.

Melansir CoinMarketCap, per 20 Agustus 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$72.000 dan kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$1,3 triliun. Posisi tersebut membawa Bitcoin ke peringkat ke-13 dalam daftar aset global berdasarkan kapitalisasi pasar, menurut data yang dikutip dari sejumlah pelacak pasar.

Mengutip Bitcoin Foundation, perubahan posisi tersebut berlangsung cukup cepat. Bitcoin sebelumnya berada di peringkat ke-14 pada 12 Agustus dengan kapitalisasi sekitar US$1,28 triliun. Kenaikan harga dalam beberapa hari berikutnya kemudian mengangkat kembali posisi aset digital tersebut ke peringkat ke-13.

Pada saat yang sama, nilai pasar Meta berada di sekitar US$1,526 triliun, sedangkan Tesla sekitar US$1,314 triliun. Dengan demikian, jarak kapitalisasi Bitcoin dengan perusahaan-perusahaan tersebut sangat tipis dan peringkatnya dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham maupun Bitcoin.

Kenaikan tersebut terjadi setelah Bitcoin melonjak lebih dari 6 persen pada 20 Agustus hingga menembus US$72.000. Wall Street Journal mencatat Bitcoin naik 6,2 persen menjadi sekitar US$72.627, sekaligus menjadi kali pertama aset tersebut kembali melewati level US$70.000 sejak awal Juni.

Selain sentimen positif terhadap aset digital, pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi kondisi pasar keuangan Amerika Serikat. Rencana Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang menekan biaya pinjaman dan turut mendorong aset berisiko, termasuk mata uang kripto.

Posisi Bitcoin dalam daftar tersebut menarik karena pembandingnya bukan lagi hanya aset kripto lain. Kapitalisasi pasar Bitcoin kini ditempatkan dalam satu daftar dengan perusahaan teknologi, produsen kendaraan listrik, hingga produk investasi indeks.

Tesla, misalnya, tercatat memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,37 triliun pada Agustus 2026. Data CompaniesMarketCap menempatkan perusahaan kendaraan listrik tersebut sebagai salah satu perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Bitcoin juga berada di atas Vanguard S&P 500 ETF (VOO) dalam peringkat yang sama. VOO sendiri mencatat tonggak penting pada tahun ini setelah aset yang dikelolanya menembus US$1 triliun pada Juni 2026.

Namun, perbandingan Bitcoin dengan ETF seperti VOO perlu dibaca secara hati-hati. Kapitalisasi pasar Bitcoin dihitung dari harga pasar dikalikan jumlah Bitcoin yang beredar, sementara angka US$1 triliun pada VOO merujuk pada assets under management atau dana kelolaan. Dengan demikian, keduanya menggunakan ukuran yang berbeda.

Perubahan peringkat tersebut juga bukan fenomena baru. Sepanjang 2026, Bitcoin beberapa kali bertukar posisi dengan aset dan perusahaan lain karena perubahan harga yang relatif cepat. Pada Mei lalu, misalnya, Bitcoin sempat turun ke peringkat ke-13 dengan kapitalisasi sekitar US$1,52 triliun setelah nilainya melemah 16,5 persen dalam enam bulan.

Artinya, masuknya Bitcoin ke posisi 13 besar bukan berarti aset tersebut secara permanen memiliki nilai lebih tinggi daripada perusahaan atau instrumen yang berada di bawahnya. Peringkat kapitalisasi pasar bergerak mengikuti perubahan valuasi setiap aset.

Pergerakan terbaru Bitcoin juga menunjukkan karakter tersebut. Melansir Investor's Business Daily, pada pertengahan Agustus, kapitalisasi pasar Bitcoin masih berada di sekitar US$1,26 triliun ketika harga berada di kisaran US$63.000. Data historis menunjukkan kapitalisasi tersebut berubah mengikuti harga harian Bitcoin.

Dalam beberapa hari, penguatan harga hingga mendekati US$73.000 kembali mengerek nilai pasar Bitcoin. Investor's Business Daily mencatat reli pada 20 Agustus juga didukung oleh arus dana masuk sekitar US$517,2 juta ke ETF Bitcoin spot dalam satu hari serta likuidasi posisi short senilai lebih dari US$3,1 miliar.

Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana perubahan harga Bitcoin dapat dengan cepat mengubah posisinya dalam hierarki aset global. Ketika harga naik, kapitalisasi pasar ikut meningkat dan dapat menyalip perusahaan dengan nilai pasar yang berada di kisaran sama.

Sebaliknya, apabila Bitcoin kembali terkoreksi sementara saham perusahaan pembanding menguat, posisi tersebut dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, peringkat ke-13 lebih tepat dibaca sebagai gambaran skala pasar Bitcoin pada saat tertentu ketimbang indikator arah harga berikutnya.

Meski demikian, masuknya Bitcoin kembali ke jajaran 13 aset terbesar dunia memperlihatkan semakin besarnya skala ekonomi aset digital tersebut. Bitcoin kini tidak hanya menjadi instrumen yang dibandingkan dengan Ethereum atau aset kripto lain, tetapi juga semakin sering ditempatkan dalam konteks kapitalisasi perusahaan teknologi, otomotif, ETF, dan aset investasi global lainnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Market

    See More