PGUN Tanggapi Isu Rencana Akuisisi Bayan Resources, Saham Terbang

- PGUN menyatakan tidak mengetahui kebenaran kabar rencana pengambilalihan Bayan Resources dan belum memiliki rencana mengambil alih saham BYAN.
- Saham PGUN melejit 19,93 persen ke Rp9.175 saat kabar akuisisi muncul, lalu menguat 15,29 persen menjadi Rp9.800 pada akhir perdagangan Kamis.
- BEI meminta klarifikasi kepada PGUN dan JARR, sementara BYAN juga menyatakan tidak mengetahui rencana akuisisi tersebut.
Jakarta, FORTUNE - Emiten afiliasi Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), menanggapi isu rencana akuisisi terhadap PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Sebelumnya, saham PGUN melejit 19,93 persen ke harga Rp9.175 pada saat kabar akuisisi itu muncul di pasar (18/8). Pada akhir perdagangan Kamis (20/8) pun, saham PGUN masih menguat 15,29 persen ke Rp9.800 dari harga penutupan hari sebelumnya, Rp8.600.
Bursa Efek Indonesia (BEI) pun meminta perseroan mengklarifikasi kebenaran kabar itu. "Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, perseroan tidak mengetahui atas kebenaran ataupun memiliki informasi terkait dengan pemberitaan dimaksud terkait dengan adanya rencana pengambilalihan PT Bayan Resources Tbk (BYAN)," kata Direktur PGUN, Tamlikho dalam keterbukaan informasi, Kamis.
Lebih lanjut, ia menambahkan, PGUN maupun grupnya belum memiliki rencana untuk mengambil alih saham BYAN. Perseroan juga belum menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi pemegang saham pengendali ataupun pemilik penerima manfaat (ultimate beneficial owner) terkait adanya rencana atau informasi mengenai akuisisi saham BYAN.
"Sehingga perseroan tidak ada rencana keterbukaan informasi maupun timeline pelaksanaan akuisisi yang dapat disampaikan oleh perseroan," ujar Tamlikho.
Sebagai konteks, sebelumnya terdapat kabar terkait rencana akuisis atas sekitar 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam. PGUN merupakan salah satu emiten yang terafiliasi dengan nama tersebut.
Selain PGUN, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) juga mendapat permintaan klarifikasi dari BEI. Respons JARR senada dengan PGUN.
Namun, JARR turut menyatakan, jika di kemudian hari terdapat rencana tindakan korporasi atau informasi/fakta material yang telah bersifat pasti dan mengikat, maka perseroan dan pemegang saham pengendali senantiasa berkomitmen menerapkan prinsip keterbukaan informasi serta mematuhi regulasi pasar modal.
"Dengan segera menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik sesuai dengan tata cara dan ketentuan yang berlaku," kata Direktur Utama JARR, Indra Irawan, Rabu (19/8).
Sebelum itu, Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, menanggapi rumor akuisisi itu. BYAN tidak mengetahui rencana akuisisi tersebut. Kendati demikian, pemegang saham pengendali BYAN menyampaikan, mereka bisa saja mempertimbangkan berbagai keemaptan dan peluang memaksimalkan investasi mereka di perseroan dari waktu ke waktu.











