Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

IHSG Bullish di Tengah Ancaman Profit Taking dan Tensi AS-Iran

IHSG Bullish di Tengah Ancaman Profit Taking dan Tensi AS-Iran
IHSG saat menembus level 9.000, Rabu (14/1).
  • IHSG diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (21/8) setelah ditutup naik 1,68 persen di level 6.501,58.
  • Rupiah yang menguat, aksi beli asing, dan sentimen saham komoditas serta tambang menopang penguatan indeks sebelumnya.
  • Analis menyoroti area support dan resisten, sambil mengingatkan potensi profit taking setelah kenaikan signifikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Faktor mana yang paling Anda perhatikan untuk IHSG?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (21/8), setelah ditutup naik 1,68 persen di level 6.501,58.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan, IHSG berpotensi bergerak naik dengan support 6.440 dan resisten antara 6.515-6.550. Breakout 6.440 menjaga struktur bullish.

"Meski profit taking tetap perlu diwaspadai setelah kenaikan signifikan," kata Reza dalam risetnya.

Dari sisi global, yield US Treasury 10Y turun 7 bps ke 4,64 persen dan DXY melemah 0,9 persen ke 98,8 setelah Treasury meningkatkan buyback obligasi tenor panjang menjadi minimal US$4 miliar per operasi, memberikan ruang bagi aset berisiko dan emerging markets.

Namun, FOMC Minutes masih menunjukkan risiko kenaikan suku bunga, sementara Brent naik ke sekitar US$93,7 per barel akibat tensi AS–Iran. Di sisi lain, rupiah yang menguat 2,4 persen dari level terlemah Rp18.190 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi katalis positif bagi IHSG.

Kemarin, penguatan IHSG ditopang saham komoditas dan tambang, penguatan rupiah ke Rp17.740 per dolar AS, serta aksi beli asing sekitar Rp733 miliar. Sentimen domestik juga didukung BI yang mempertahankan BI Rate di 5,75 persen.

Daftar saham pilihan tim BRIDS hari ini adalah INET, BUMI, dan SSIA.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza, mengatakan, secara teknikal, IHSG masih menunjukkan momentum bullish setelah berada di atas EMA10 (6.382,13), EMA20 (6.313,92), dan EMA50 (6.294,78). Posisi indeks yang bertahan di atas seluruh moving average tersebut mengindikasikan tren jangka pendek hingga menengah masih positif dan tekanan beli tetap dominan.

"RSI (14) berada di 62,47, masih dalam zona bullish namun belum memasuki area overbought, sehingga ruang penguatan masih terbuka meski investor perlu mewaspadai potensi aksi profit taking setelah kenaikan yang cukup signifikan," ujar Liza.

Menurutnya, apabila IHSG mampu menembus dan bertahan di atas resisten 6.515, peluang penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.598 dan 6.723. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi, area 6.382–6.377 menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan, diikuti 6.314–6.295 yang merupakan area EMA20 dan EMA50.

Ia menilai, selama IHSG masih bertahan di atas area 6.295, struktur bullish relatif terjaga. "Investor dapat mempertahankan posisi secara selektif dengan menerapkan trailing stop, sementara akumulasi beli sebaiknya dilakukan bertahap saat terjadi koreksi dan indeks mampu bertahan di atas support tersebut," ujarnya.

Saham-saham yang ia soroti hari ini adalah LSIP, NCKL, TLKM, dan UNTR.

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Market

    See More