Comscore Tracker
MARKET

Tips Bagi Pemula Memilih Aset Kripto Lewat Analisis Fundamental

Kripto cocok dengan profil risiko agresif dan moderat.

Tips Bagi Pemula Memilih Aset Kripto Lewat Analisis FundamentalIlustrasi mata uang kripto. (Pixabay/amhnasim)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - CEO Indodax Oscar Darmawan menyarankan anak-anak muda yang ingin bermain kripto untuk mempelajari cara memilih aset berdasarkan analisis fundamentalnya. Dia berujar, proses ini penting agar calon investor bisa memahami profil risiko serta mendalami informasi mengenai aset yang akan dibeli.

“Untuk investor pemula memang lebih baik membeli Bitcoin dan Ethereum dulu karena kedua kripto tersebut adalah kripto yang kapitalisasi pasarnya tertinggi. Namun, jika ingin membeli kripto selain dua kripto tersebut, para investor diharapkan dapat melakukan proses riset berupa searching terlebih dahulu,” katanya dalam siaran pers, Jumat (4/2). 

Proses riset yang dimaksud, kata Oscar, adalah mencari tahu terlebih dahulu aset kripto yang akan kita beli itu apa melalui website. Tak hanya itu, mencari informasi mengenai seluk beluk investasi kripto serta teknologi blockchain yang bisa dilakukan di kanal edukasi daring dari Indodax, yaitu Indodax Academy.

Langkah selanjutnya, Oscar menyarankan untuk melakukan proses screening. Proses ini terbagi dua. Pertama yaitu menyaring aset kripto yang akan dibeli dari beberapa aset kripto terpilih dalam proses riset. Proses kedua adalah screening profil risiko masing-masing investor. 

“Yang harus dipahami, investor yang masuk kripto bukanlah investor dengan profil risiko konservatif karena seperti yang kita tahu naik turun kripto itu sangat cepat. Jadi memang yang mau investasi di kripto lebih cocok yang memiliki profil risiko agresif atau agresif moderat,” kata Oscar.

Teknikal dan fundamental bisa dilakukan

Setelah melakukan proses mini research dan screening dilakukan, para investor dapat melakukan analisis kripto secara teknikal dan juga fundamental. Analisis teknikal yaitu suatu proses analisis dengan melihat dan menganalisis pergerakan historis harga kripto tersebut di masa lampau. Sedangkan, analisis fundamental yaitu melihat semua informasi finansial dan teknologi di belakangnya.

“Analisis fundamental saham dan kripto berbeda. Di market aset kripto ada beberapa faktor yang bisa dijadikan analisis fundamental suatu aset kripto. Faktor yang pertama yaitu kapitalisasi pasar yang berupa nilai atau harga aset kripto yang dihitung dari jumlah keseluruhan aset yang beredar. Kapitalisasi pasar tentu merupakan indikator penting karena menunjukkan ketertarikan pasar dan pertumbuhan kripto itu sendirinya,” ujar Oscar.

Pertimbangkan volume suplai dan permintaannya

Kedua, kata Oscar, yang perlu dipertimbangkan adalah ketersediaan suatu aset yang bisa diukur dari suplainya. Ini berhubungan dengan permintaan dan penawaran. Menurutnya, jika permintaan besar namun penawarannya sedikit akibat proses burn token, maka harganya pun akan semakin tinggi sehingga minat beli terhadap harga aset kripto tersebut pun naik.

Yang ketiga perlu dilihat volume trading. Hal ini memperlihatkan seberapa banyak aset kripto dijual ataupun dibeli selama 24 jam. 

Keempat, orang orang yang ada di belakang project tersebut. Yang kelima yaitu potential roadblocks serta keamanan aset tersebut, roadmap dari aset kripto tersebut yang menjelaskan apa yang telah dibuat dan akan dilakukan.  “Serta yang terakhir dengan melihat reputasi kripto tersebut yang ditandai dengan apakah kripto tersebut listing di banyak exchange atau tidak dan melihat kegunaan token tersebut,” ujar Oscar.

Baca whitepaper dari aset kripto

Untuk melihat informasi mengenai aset kripto, investor bisa mengunjungi situs website resmi aset kripto tersebut ataupun melihat whitepaper dengan mengakses CoinMarketCap atau CoinGecko.

Whitepaper sendiri merupakan suatu laporan yang di dalamnya berisi latar belakang, pendiri projek kripto tersebut, pasarnya seperti apa, tujuan pembuatan kripto, rencana ke depannya seperti apa, penggunaan dana nya, serta kuantitas kripto tersebut berapa.

Selanjutnya, Oscar menyarankan kepada investor dapat melihat komunitasnya. Investor dapat mengikuti inovasi yang akan dibuat token tersebut dari aktivitasnya di media sosial tersebut serta event yang akan mereka selenggarakan beberapa waktu lalu dan beberapa waktu ke depan. Tidak lupa yang terakhir adalah berita mengenai proyek suatu aset digital tersebut, apakah cenderung positif atau negatif. 

Related Articles