CSRA Bidik Akuisisi Lahan Baru di Musi Banyuasin, Genjot Ekspansi

Jakarta, FORTUNE - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) berencana mengakselerasi ekspansi pada 2026, di tengah proyeksi bullish moderat industri para semester-I ini. Salah satunya, lewat opsi akuisisi lahan baru.
Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja, mengatakan, saat ini perseroan sedang membidik lahan baru di kabupaten Musi Banyuasin yang berdekatan dengan area perkebunan yang telah dimiliki dan dioperasikan oleh entitas usahanya, yaitu PT Daya Agro Lestari. Pengembangan strategis itu bertujuan mempermudah proses integrasi operasional, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta mengoptimalkan infrastruktur dan sistem logistik existing perseroan.
"Sehingga kegiatan operasional dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Nantinya lahan baru tersebut akan dikelola oleh entitas perseroan lainnya yaitu PT Bintang Kenten Lestari," kata Seman dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).
Dalam rencana strategi, CSRA memang menyatakan akan menggunakan langkah ekspansi organik dan anorganik melalui investasi strategis, serta pembelian Tandan Buah Segar (TBS) demi menggenjot optimalisasi pabrik kelapa sawit perseroan.
Dari segi industri, laporan outlook industri kelapa sawit kuartal-I 2026 menyebut, keseimbangan pasar pada awal tahun berada dalam fase relatif ketat namun stabil. Pendukung permintaan adalah program mandatori B40.
Selain itu, perseroan menilai, serapan energi berbasis CPO masih tinggi walaupun rencana peningkatan ke B500 ditunda. Itu karena perubahan struktur pasar sawit dibandingkan satu dekade lalu.
"Permintaan domestik bukan lagi variabel sisa setelah ekspor, melainkan komponen utama penyeimbang produksi," kata CSRA dalam keterangannya.
Laporan yang sama juga memproyeksikan harga CPO global bergerak dalam kisaran US$962--US$1.030 per ton CIF Rotterdam pada semester-I 2026. Dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar, itu setara Rp16.873-Rp17.605 per kilogram.
Dari segi keuangan, CSRA membukukan pendapatan sebesar Rp1,89 triliun pada 2025, meningkat 77,1 persen (YoY) dari Rp1,07 triliun. Itu berkat kuantitas penjualan CPO dan kenaikan harga jual rata-rata yang perseroan terima.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih CSRA juga meningkat 27,7 persen (YoY) dari Rp213,36 miliar menjadi Rp272,56 miliar. Kendati demikian, margin bersih perseroan menurun dari 20,1 persen menjadi 14,4 persen akibat peningkatan pembelian TBS luar.















