Konsorsium Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Blok Malesa, Berlaku 3 Tahun

Jakarta, FORTUNE - Konsorsium PT Petrosea Tbk (PTRO)-ETI-Nindya meraih kontrak proyek di Lapangan Abadi, Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku. Nilainya sekitar Rp989 miliar.
Porsi partisipasi Petrosea dalam konsorsium adalah 36 persen. Beberapa ruang lingkup pekerjaan proyek tersebut, mencakup: pembangunan pagar perimeter dan public expansion road, pembangunan jalan pengallihan dan relokasi jaringan listrik existing, serta pembangunan pioneering jetty dan mini Intensive Vital Care Unit (IVCU).
"Proyek ini merupakan salah satu proyek pengembangan gas dan LNG strategis di Indonesia yang berperan dalam mendukung ketahanan energi nasional," kata Division Head of Corporate Secretary & Communications PTRO, Anto Broto dalam keterangannya, dikutip Jumat (27/3).
Konsorsium antara PTRO, PT Enviromate Technology International, dan PT Nindya Karya (Persero) mengantongi kontrak tersebut pada 2 Maret 2026. Kontrak onshore LNG perimeter construction works dengan INPEX Masela Ltd itu berjangka waktu sekitar 36 bulan.
Sebelum mengumumkan kontrak baru itu, PTRO dan anak usahanya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), juga mengungkapkan penawaran berupa binding offer dengan Tolu Minerals Limited. Itu berkaitan dengan rencana pembelian instrumen surat utang yang dapat dikonversi milik Tolu. Melalui binding offer itu, perseroan dan CUAN menawarkan komitmen senilai US$23,75 juta, yang dapat dikonversi menjadi kepemilikan saham di dalam Tolu minimal 4,99 persen dari modal yang telah dikeluarkan di dalam Tolu.
Tolu Minerals Limited adalah perusahaan eksplorasi pengembangan emas dan tembaga di Papua Nugini, yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX). Saat ini, Tolu mengoperasikan tambang emas Tolukuma dengan target mencapai produksi dalam jangka pendek. Selain itu, Tolu pun memiliki portofolio proyek eksplorasi yang prospektif.
"Perjanjian ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perseroan. Penandatanganan perjanjian ini merupakan wujud dari ekspansi bisnis dan pengembangan usaha grup Petrindo ke luar Indonesia," kata Anto dalam keterbukaan.
Petrosea sendiri merupakan perusahaan dengan layanan terpadu yang meliputi EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk industri pertambangan serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.















