Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Balik Kerugian, Chandra Asri (TPIA) Bukukan Laba US$1,1 triliun di 2025

Balik Kerugian, Chandra Asri (TPIA) Bukukan Laba US$1,1 triliun di 2025
Pabrik Pt Chandra asri tbk (TPIA)/Dok. Chandra asri
Intinya Sih
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil membalikkan rugi menjadi laba bersih US$1,1 triliun pada 2025, didorong lonjakan pendapatan hingga US$7 miliar atau naik 293 persen.
  • Tiga lini bisnis utama—energi, kimia, dan infrastruktur—menjadi motor pertumbuhan, dengan akuisisi besar seperti Aster Chemicals and Energy serta Chevron Phillips Singapore Chemicals memperkuat portofolio regional.
  • Total aset TPIA meningkat 117,6 persen menjadi US$12,3 miliar berkat ekspansi agresif dan berbagai aksi akuisisi yang memperluas kapasitas produksi serta jaringan logistik perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil membalikkan rugi bersih pada 2024 menjadi laba pada 2025 .Perseroan mencatatkan laba bersih senilai US$1,1 triliun sepanjang tahun lalu.

Perolehan laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan yang didapat perseroan sebesar US$7 miliar atau melonjak 293 persen dari US$1,78 miliar pada 2024.

Andre Khor, Group Chief Financial Officer TPIA, menyampaikan bahwa ada tiga lini bisnis yang berkontribusi menopang mencapai profitabilitas perseroan, yakni energi, kimia, dan infrastrukur.

Pada segmen energi, TPIA mempercepat transformasi melalui integrasi Aster Chemicals and Energy (ACE), yang sebelumnya dikenal sebagai Shell Energy & Chemicals Park, hasil akuisisi bersama Glencore.

Selain itu, ekspansi regional dilakukan melalui akuisisi jaringan ritel Esso milik ExxonMobil di Singapura, yang didukung pembiayaan senilai US$750 juta dari KKR. Transaksi yang ditandatangani pada Oktober 2025 tersebut rampung pada 1 Januari 2026. Dari segmen ini, pendapatan melonjak menjadi US$3,6 miliar, jauh meningkat dari US$11,4 juta pada periode sebelumnya.

Di lini kimia, perseroan memperluas portofolio hilir melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini beroperasi sebagai Aster Polymer Solutions (APS). Fasilitas High-Density Polyethylene (HDPE) berkapasitas 400 KTA ini memperkuat jaringan pemasaran terintegrasi di Asia Tenggara, Tiongkok, hingga Australia.

Sementara itu, proyek Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai sekitar US$800 juta telah mencapai progres lebih dari 50 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. Segmen kimia mencatatkan pendapatan sebesar US$3,2 miliar, tumbuh 92 persen secara tahunan.

Adapun, pada segmen infrastruktur, pendapatan tercatat sebesar US$121 juta atau meningkat 35,2 persen secara tahunan. Di sektor ini, perseroan telah mengantongi izin konsesi dari Kementerian Perhubungan untuk memperluas layanan kepada pelanggan eksternal.

Kapasitas logistik juga terus diperkuat, hingga kini perseroan telah memiliki 14 kapal gas dan kimia serta lebih dari 200 truk. Selain itu, ekspansi kapasitas penyediaan listrik dan air terus dilakukan guna mengakomodasi peningkatan kebutuhan industri.

"Kami menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan untuk menciptakan nilai jangka panjang. Meskipun kondisi pasar tetap dinamis, platform terintegrasi dan disiplin eksekusi menempatkan kami pada posisi yang baik untuk membukukan kinerja yang tangguh," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (26/3).

Dari sisi neraca, total aset perseroan melonjak 117,6 persen secara tahunan menjadi US$12,3 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan langkah ekspansi agresif melalui berbagai aksi akuisisi yang dilakukan sepanjang tahun lalu.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Market

See More