Jakarta, FORTUNE - PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) absen membagikan dividen pada tahun buku 2025, sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (17/6).
Menurut Direktur MCAS, Stanley Tjiandra, keputusan tersebut diambil karena saat ini perseroan masih berfokus pada ekspansi bisnis. Pada 2026, salah satu strategi MCAS adalah memeprkuat konektivitas dengan merchant lewat pengembangan ekosistem berbasis perangkat.
"Kami masih membutuhkan retained earnings (cadangan laba ditahan) untuk mendukung perkembangan usaha kita ke depannya," kata Stanley dalam Paparan Publik MCAS pada Rabu.
Pada 2025, MCAS membukukan rugi bersih sebesar Rp38,4 miliar. Pendapatan perseroan sendiri berjumlah hampir Rp4,74 triliun, turun 33,7 persen (YoY).
Sementara pada kuartal-I 2026, MCAS mencatatkan pendapatan bersih Rp1,29 triliun dan laba bersih sebesar Rp11 juta. Itu didorong oleh segmen SaaS dan layanan IT yang tumbuh 9 persen.
Dari sisi operasional, perseroan telah memiliki 428.000 titik distribusi, 27.000 populasi motor listrik Volta, 28.000 layar iklan, serta 139 juta SaaS Notification Traffic.
"Kami memiliki optimisme bahwa pada kuartal-II 2026, kami harapkan bisa lebih baik dari kuartal-I 2026," kata Stanley. "Ada kontribusi dari segmen baru, yakni smart commerce platform sekitar 10 persen terhadap laba kotor. Karena memang marginnya cukup baik."
Sebagai konteks, perseroan memiliki 2 lini bisnis, yakni infrastruktur digital (terdiri dari distribusi digital) serta customer engagement (perikalanan, ritel, dan lifestyle; SaaS dan layanan IT; serta energi bersih). Sepanjang 2025, kontributor utama pertumbuhan perseroan berasal dari periklanan digital, diikuti layanan SaaS dan IT. Yang ketiga adalah segmen energi bersih, yang membukukan pertumbuhan pendapatan sebsar 35 persen.
Saham MCAS ditutup menguat 5,58 persen di harga Rp208 pada akhir perdagangan Rabu.
