Saham dengan kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi berisiko terdepak dari indeks FTSE. Ketentuan ini berlaku bagi saham yang mendapat peringatan High Shareholding Concentration (HSC) dari regulator.
Pada review September 2026, saham yang terkena ketentuan HSC akan dikeluarkan berdasarkan harga pasar, efektif sejak pembukaan perdagangan 21 September 2026. FTSE akan memantau likuiditas saham terkait untuk memastikan proses penghapusan dapat dilakukan di pasar.
Mekanisme serupa sudah diterapkan pada review Juni 2026. Saat itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dikeluarkan dari indeks Large Cap FTSE karena persoalan HSC.
Di luar ketentuan HSC, evaluasi terhadap pasar modal Indonesia masih berlanjut. FTSE Russell akan memantau perkembangan pasar hingga review berikutnya serta berkomunikasi dengan regulator dan pelaku pasar selama proses tersebut.
“Keputusan lebih lanjut terkait perlakuan terhadap indeks, termasuk kemungkinan dimulainya kembali perubahan indeks secara penuh, akan dipertimbangkan menjelang tinjauan indeks pada Desember 2026 dan akan disampaikan pada waktunya,” tutup FTSE Russell.
Apa yang ditunda FTSE Russell untuk saham Indonesia? | Penambahan saham baru, kenaikan free float, perubahan segmen kapitalisasi, dan WAF dari nol menjadi positif ditunda hingga setidaknya Desember 2026. |
Kapan FTSE Russell melakukan review berikutnya? | Review berikutnya dijadwalkan pada Desember 2026. |
Apakah semua perubahan indeks ditunda? | Tidak, sejumlah penyesuaian seperti klasifikasi industri, penurunan free float, dan penghapusan saham yang tidak memenuhi syarat tetap berjalan. |
Kapan saham HSC terdampak mulai dihapus? | Penghapusan berlaku sejak pembukaan perdagangan pada 21 September 2026. |