Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Capai Rekor, Bagaimana Dampak ke Saham Emiten Emas?

Ilustrasi emas batangan (Unsplash/@zlataky)
Ilustrasi emas batangan (Unsplash/@zlataky)

Jakarta, FORTUNE - Harga emas spot mencapai level tertinggi baru. Sejumlah saham emiten emas pun menguat, Selasa (13/1).

Pada perdagangan Senin (12/1), harga emas dunia meraih level tertinggi dengan menembus US$4.600 per troy oz, lalu ditutup di harga US$4.591 per troy oz. Bahkan sempat menyentuh harga US$4.630,01 per troy oz, sebagaimana dikutip dari Investing News. Hingga Selasa, harga emas global masih berada di atas US$4.600, tepatnya US$4.607,04 pada pukul 11.18 WIB.

"Perkembangan geopolitik belakangan ini, seperti intervensi Amerika Serikat (AS) di Venezuela, rencana takeover Greenland, dan potensi keterlibatan militer AS di Iran, menyoroti tingginya ketidakpastian global selama pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump, yang berpotensi terus menopang sentimen positif bagi harga emas," demikian catat tim Stockbit Sekuritas.

Lembaga keuangan global pun memperkirakan penguatan harga emas akan berlanjut. Goldman Sachs, misalnya, memproyeksi harga emas dapat mencapai US$4.900 per troy oz pada Desember 2026. Sementara itu, JP Morgan memperkirakan harga logam kuning itu dapat menembus US$5.050 troy per ons pada kuartal-IV 2026.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, harga emas hari ini akan bergerak di antara support US$4.553-US$4.516 per troy ons dan resisten antara US$4.650-US$4.700 per troy ons. "Dalam minggu ini kemungkinan besar harga emas dunia akan menembus US$4.700 per troy ons," katanya kepada Fortune Indonesia (13/1).

Potensi penguatan harga emas tersebut ditopang sejumlah faktor. Pertama, fenomena politik di Amerika Serikat (AS). Itu berkaitan dengan pemanggilan Jerome Powell, Ketua The Fed oleh Kejaksaan Agung AS. Menurut Ibrahim, penyelidikan itu berpotensi berujung pada penyelidikan tentang penguapan dana.

Yang kedua, pekan depan, Kejaksaan Agung AS juga akan memanggil Lisa Cook, Federal Reserve Governor, terkait upaya pemecatannya oleh Trump. Di sisi lain juga, di bulan Januari ini juga diangkat tentang surat peringatan perang dagang dari Kejaksaan Agung AS.

"Artinya, di Januari ini kemungkinan besar ada 3 agenda besar yang akan membuat perpolitikan AS memanas, walau akan ada pemilu sela juga di kuartal-I 2026 untuk memilih anggota DPR," kata Ibrahim.

Ilustrasi; pertambangan milik - PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). (Dok. Merdeka Copper)
Ilustrasi; pertambangan milik - PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). (Dok. Merdeka Copper)

Dengan peluang berlanjutnya penguatan harga emas, bagaimana pergerakan laju saham dan prospek emiten emas di Indonesia?

Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin, mencatat, di pasar modal Indonesia, para emiten emas terbagi menjadi 2 model bisnis, yaitu: pertambangan dan perdagangan/refinery dengan katalis profit yang berbeda.

Dalam hematnya, secara umum, profitabilitas para emiten pertambangan emas relatif dipengaruhi oleh laju harga emas. Di sisi lain, profitabilitas emiten perdagangan emas lebih mengandalkan volume penjualan karena profitnya datang dari spread antara jual dan beli.

"Di BEI, terdapat 11 emiten yang memiliki konsesi tambang emas dan 4 emiten yang memiliki fasilitas pemurnian," kata Theodorus dalam risetnya.

Khusus emiten dengan konsesi tambang emas, masing-masing memiliki fokus operasional berbeda, yang mencakup:

  • CUAN dan DEWA: tahap eksplorasi.
  • INDY dan EMAS: tahap konstruksi fasilitas tambang emas.
  • BRMS, PSAB, dan ARCI: pure-play gold miners (perusahaan yang hampir seluruh pendapatannya berasal dari penambangan emas).
  • MDKA, UNTR, dan ANTM: menjalankan bisnis emas sebagai salah satu segmen dari seluruh bisnis usaha.
  • AMMN dan Freeport Indonesia: mengasilkan emas bullion dari tambang tembaga.

Sementara itu, 1 emiten di sektor emas lainnya adalah HRTA, yang terlibat dalam bisnis pemurnian dan fabrikasi. Selain HRTA, emiten lain dengan kapabilitas yang sama adalah ARCI dan ANTM.

Di tengah penguatan harga emas yang terjadi, Phintraco Sekuritas pun menyoroti saham-saham para emiten emas tersebut. "Saham-saham emas di IHSG, termasuk ARCI, BRMS, HRTA, ANTM, PSAB, MDKA, dan EMAS, dapat menjadi pilihan investor," kata tim analis Phintraco Sekuritas, Selasa siang.

Saham-saham emiten afiliasi Boy Thohir kompak menguat pada perdagangan Selasa sesi I, dengan perincian berikut ini: MDKA (+5,88 persen), MBMA (+9,23 persen), dan EMAS (+0,46 persen).

Di sisi lain, saham emiten emas lain yang disoroti Phintraco Sekuritas, mengalami koreksi, dengan detail sebagai berikut: ARCI (-1,40 persen), BRMS (-3,57 persen), HRTA (-6,50 persen), dan PSAB (-3,28 persen).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Harga Emas Capai Rekor, Bagaimana Dampak ke Saham Emiten Emas?

13 Jan 2026, 13:23 WIBMarket