Saham BYAN menjadi salah satu penekan utama IHSG pada awal perdagangan. Saham tersebut sempat turun 12,74 persen ke Rp15.075 per saham dan memberikan tekanan sekitar 32 poin terhadap IHSG.
Pergerakan ini terjadi sehari setelah BYAN melonjak sekitar 20 persen di tengah isu rencana akuisisi sekitar 62,2 persen saham perusahaan oleh Haji Isam. Namun, rumor tersebut telah dibantah oleh manajemen BYAN melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,” ujar Sekretaris Perusahaan BYAN Jenny Quantero, dikutip Rabu (19/8).
Pembalikan arah saham BYAN kemudian menjadi salah satu faktor yang menekan IHSG. Pada pembukaan perdagangan, BYAN masuk jajaran top losers bersama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) serta PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).