Sentimen MSCI Mereda, IHSG Diprediksi Lanjut Menguat Terbatas

Jakarta, FORTUNE - Setelah ditutup naik 1,24 persen ke level 8.131, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali menguat terbatas pada Rabu (11/2).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, IHSG berpotensi melaju naik dengan support 8.000-8.040 dan resisten 8.200-8.214. Katalis utama pergerakan IHSG hari ini adalah meredanya risk-off global serta perkembangan pertemuan lanjutan MSCI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait transparansi, investability, dan free float pada hari ini.
"Pasar juga akan mencermati rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, mencakup non-farm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran, sebagai sentimen tambahan," kata Reza dalam riset hariannya.
Daftar saham pilihan tim BRIDS pada perdagangan hari ini, meliputi: TINS, SOCI, dan BIPI.
Kemarin, IHSG sempat dibuka melemah karena sentimen penundaan evaluasi indeks FTSE Russell Maret 2026. Namun, sentimen itu relatif sudah diantisipasi pasar, yang tercermin dari penguatan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti ASII, BMRI, dan TLKM.
"Namun, penguatan belum sepenuhnya solid karena masih dibayangi aksi jual investor asing senilai Rp917 miliar di pasar reguler," ujar Reza.
Lebih lanjut, menurut Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, jika 3 proposal OJK dan SRO pasar modal Indonesia disetujui oleh MSCI dan diterapkan dengan baik sebelum April 2026, Indonesia dapat menghindari risiko turun kelas dari MSCI Emerging Markets Index ke Frontier Market.
Sebagai konteks, 3 proposal itu mencakup: ekspansi klasifikasi investor menjadi 28 subtipe, peningkatan batas minimal free float menjadi 15 persen secara bertahap, serta keterbukaan kepemilikan saham 1 persen ke atas.
Secara teknikal, Nafan mengatakan, IHSG berhasil rebound setelah menguji wave ii. Di sisi lain, indikator RSI sudah oversold disertai dengan penguatan volume.
Ia memproyeksikan IHSG hari ini melaju di antara support 8.054 dan 7.945, serta resisten di 8.210-8.303. Saham-saham yang ia soroti hari ini, yakni: BBYB, PGEO, dan TOBA.


















