Siapkan Dana Maksimal Rp2 T, UNTR Buyback Saham hingag April 2026

Jakarta, FORTUNE - Di tengah koreksi harga saham, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp2 triliun.
Periode pembelian kembali saham UNTR berlangsung pada 22 Januari 2026 sampai dengan 15 April 2026. Langkah itu akan dilakukan secara bertahap atau secara penuh melalui BEI, dengan menunjuk satu perusahaan efek.
Dengan aksi pembelian kembali saham tersebut, perseroan memproyeksikan proforma laba per saham akan meningkat menjadi Rp3.198 dari Rp3.160, berdasarkan data keuangan per 30 September 2025. "Sehingga informasi yang disajikan belum memperhitungkan dampak hasil buyback saham yang telah dilakukan pada 31 Oktober 2025-14 Januari 2026," demikian dikutip dari keterbukaan informasi perseroan, Jumat (23/1).
Pendapatan perseroan diperkirakan tidak menurun akibat pelaksanaan pembelian kembali saham. Namun, keputusan pembelian kembali itu akan menurukan aset dan ekuitas perseroan maksimal Rp2 triliun.
Namun, perseroan menyatakan, langkah tersebut diproyeksi tak berdampak negatif terahdap keuangan perseroan.
"Karena perseroan pada saat ini memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, kegiatan pengembangan usaha, kegiatan operasional, serta pembelian kembali saham," jelas Manajemen UNTR.
Sebelumnya, saham UNTR telah tertekan 12,86 persen pada perdagangan seminggu terakhir. Bahkan, pada Rabu (21/1), koreksi harga UNTR mencapai 14,93 persen. Itu berkaitan dengan kabar pencabutan izin 28 perusahaan pelanggar pemanfaatan kawasan hutan. Salah satu dari puluhan perusahaan tersebut adalah PT Agincourt Resources (AR) yang dimiliki oleh UNTR.
Corporate Secretary UNTR, Ari Setiawan, mengatakan, hingga 22 Januari 2026, perseroan belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait hal itu, mengingat AR belum menerima pemberitahuan resmi dan sedang menindaklanjuti hal tersebut dengan instansi terkait.
Lebih lanjut, karena alasan yang sama, "maka perseroan belum dapat menilai dampak operasional, keuangan, maupun hukum yang mungkin timbul terhadap AR".
AR sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang usaha pertambangan emas dan perak. Perusahaan itu mengoperasikan tambang emas Martabe di Kabupaten Tapanuli Selatan, berdasarkan Kontrak Karya Generasi VI tahun 1997.
"Perseroan telah meminta AR untuk memantau perkembangan dan mempelajari situasi ini dengan saksama serta melakukan tindakan yang diperlukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Ari lagi.
Setelah pengumuman rencana aksi pembelian kembali saham, saham UNTR ditutup naik 0,92 persen ke Rp27.450 pada akhir perdagangan Kamis (22/1).











