Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Mensesneg: Pengurangan Anggaran MBG Ditargetkan Selesai dalam Sebulan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (9/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Pemerintah melakukan penataan ulang anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan pemangkasan, untuk menyesuaikan kebutuhan riil berdasarkan hasil perhitungan bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional.
  • Evaluasi mencakup penghitungan total anggaran serta peninjauan insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebesar Rp6 juta per hari, dengan target penyelesaian proses dalam waktu sekitar satu bulan.
  • Pemerintah memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan tanpa gangguan sambil melakukan perbaikan di lapangan dan menjaga kualitas layanan, dengan anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp268 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan bahwa akan ada pengurangan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan pemangkasan anggaran, melainkan hasil dari proses penataan dan penghitungan ulang kebutuhan program.

“Bukan pemangkasan ya tapi dari hasil perhitungan kita meyakini bahwa akan ada pengurangan anggaran dari program makan bergizi gratis,” ujarnya di Jakarta, dikutip pada Jumat (12/6).

Saat ini, Prasetyo mengatakan bahwa Kementerian Keuangan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) masih menghitung secara lebih cermat total anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program MBG. Bersamaan dengan itu, ia juga mengatakan bahwa insentif untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp6 juta per hari juga akan dievaluasi ulang.

“Dari proses penataan nanti akan bisa dihitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa,” katanya.

Pemerintah menargetkan proses evaluasi dan penataan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Namun, Prasetyo mengatakan terdapat berbagai dinamika yang dapat memengaruhi proses.

Meski evaluasi masih berlangsung, pemerintah memastikan pelaksanaan program yang telah berjalan tidak akan terganggu. Fokus utama saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi sekaligus melakukan berbagai perbaikan dalam pelaksanaan di lapangan.

“Yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan. Di situ pun catatan-catatan perbaikan harus tetap dilakukan,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program guna memastikan kualitas makanan dan layanan yang diterima masyarakat tetap terjaga. Per tahun 2026, anggaran MBG telah ditetapkan sebesar Rp268 triliun.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga buka suara terkait pengurangan anggaran program MBG tersebut. Meski demikian, ia tidak memberikan komentar berapa besar pengurangan anggaran yang dilakukan.

“Nanti kira tunggu dari Bu Nanik seperti apa ya,” katanya, dikutip Jumat (12/6).

Editorial Team

Related Article