Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ADB Salurkan Pinjaman Rp11,48 Triliun untuk Reformasi Fiskal Daerah
ADB kucurkan pinjaman Rp11,48 triliun untuk reformasi fiskal Indonesia. Dok ADB
  • ADB menggelontorkan pinjaman US$650 juta untuk modernisasi pengelolaan fiskal antar-pemerintah, tata kelola digital, dan layanan publik Indonesia.
  • Pinjaman ini menjadi bagian dari program ADIL untuk memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah serta transparansi fiskal.
  • Program ADIL mendukung platform digital nasional, penilaian pajak properti, perlindungan hak sipil, dan integrasi risiko bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu diprioritaskan dalam program ADIL?
Vote Now
Rabu (16/9)

Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov menyampaikan bahwa penguatan fiskal dan digital membantu pemberian layanan yang lebih baik bagi masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu diprioritaskan dalam program ADIL?
Vote Now
  • What?
    ADB menggelontorkan pinjaman US$650 juta untuk modernisasi pengelolaan fiskal antar-pemerintah, tata kelola digital, dan layanan publik Indonesia.
  • Who?
    Asian Development Bank (ADB), Pemerintah Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, serta Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Program ditujukan bagi Indonesia, mencakup tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa.
  • When?
    Bobur Alimov menyampaikan keterangannya pada Rabu (16/9).
  • Why?
    Program diharapkan memperkuat koordinasi pusat-daerah, mengelola dana publik, menghimpun anggaran daerah berkelanjutan, dan memperbaiki layanan publik.
  • How?
    Pinjaman disalurkan melalui program ADIL, termasuk dukungan platform digital nasional, transparansi fiskal, penilaian pajak properti, dan integrasi risiko bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu diprioritaskan dalam program ADIL?
Vote Now

ADB memberi uang pinjaman US$650 juta kepada Indonesia. Uang ini untuk membantu pemerintah pusat dan daerah mengatur uang bersama. Ada program ADIL yang juga membantu memakai sistem digital dan memberi layanan publik lebih baik. Bobur Alimov dari ADB berkata penguatan fiskal dan digital membantu layanan untuk masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu diprioritaskan dalam program ADIL?
Vote Now

Program ADIL membuka ruang penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah melalui modernisasi pengelolaan fiskal dan tata kelola digital. Dukungan terhadap penilaian pajak properti, transparansi fiskal, serta perencanaan responsif bagi perempuan dan anak perempuan menunjukkan cakupan program yang menyentuh pengelolaan anggaran dan layanan publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu diprioritaskan dalam program ADIL?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Asian Development Bank (ADB) menggelontorkan pinjaman sebesar US$650 juta untuk membantu Indonesia memodernisasi pengelolaan fiskal antar-pemerintah, memutakhirkan tata kelola digital, dan meningkatkan penyampaian layanan publik dalam sistem pemerintahan.

Pinjaman tersebut merupakan bagian dari program Accelerating Decentralization for Improved Local Governance Program (ADIL) yang diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, program tersebut diharapkan membantu mengelola dana publik serta menghimpun anggaran daerah yang berkelanjutan untuk memperbaiki layanan publik melalui peningkatan digitalisasi dan transparansi fiskal.

Program ini juga akan mendukung platform digital nasional baru seperti penilaian pajak properti yang lebih adil untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Selain itu, program tersebut juga mendukung perlindungan hak-hak sipil termasuk perencanaan dan penganggaran responsif yang melindungi perempuan dan anak perempuan, serta integrasi risiko bencana.

Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov mengatakan bahwa penguatan fiskal dan digital negara ini membantu pemberian layanan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Aspirasi Pemerintah Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045 didukung secara strategis oleh pembangunan ekonomi di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa, tempat layanan publik esensial disalurkan," ujar Direktur ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov dalam keterangannya, Rabu (16/9).

ADB menemukan bahwa 35 persen hingga 40 persen dari total belanja publik termasuk belanja untuk pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur daerah dikelola di tingkat subnasional.

Pemerintah dinilai membutuhkan langkah strategis berskala besar untuk membenahi pengelolaan keuangan publik yang masih terfragmentasi. Langkah ini penting untuk mengikis ketimpangan kemampuan fiskal dan administratif antardaerah yang selama ini menghambat pelayanan publik, administrasi perpajakan, serta koordinasi kebijakan.

Berlandaskan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), program ini dirancang untuk menyelesaikan masalah struktural dalam sistem fiskal daerah. Kehadiran program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung RPJMN 2025–2029 dan Visi Indonesia Emas 2045 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai informasi tambahan, ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di seluruh Asia dan Pasifik.

Didirikan pada tahun 1966, ADB dimiliki oleh 69 anggota, 50 di antaranya berasal dari kawasan Asia-Pasifik.

Pilih fokus utama modernisasi fiskal daerah

Mana yang perlu diprioritaskan dalam program ADIL?

See More
Digitalisasi fiskal daerah
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Koordinasi pemerintah pusat-daerah

Curated For You

Editorial Team

Related Article