Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Bahaya Vinyl Chloride dari Kecelakan Kereta Api di Ohio
ilustrasi kecelakaan kereta api di Ohio (dok.Media Punch/Alamy Live News)

Pada 6 Februari 2023, terjadi sebuah kecelakan kereta api di Ohio, Amerika Serikat. Insiden tersebut mengakibatkan bahan kimia berbahaya vinyl chloride tumpah. 

Bencana ekologi tersebut terjadi di kota East Palastine yang menyebabkan sejumlah makhluk hidup di air mati hingga bermil-mil jauhnya dari lokasi kejadian. 

Selain itu, penduduk yang ada di lokasi diminta untuk segera mengungsi pada Minggu malam, 12 Februari 2023, dikarenakan masih ada risiko ledakan yang akan terjadi.

Bahan kimia tersebut sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian bila terhirup dalam jumlah banyak. 

Meski kejadian tersebut telah terjadi seminggu yang lalu, tapi kualitas udara yang memburuk dan bahaya dari vinyl chloride tersebut membuat beberapa penduduk desa mengungsi.

Lantas, apa saja bahaya vinyl chloride tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Vinyl Chloride?

Vinyl chloride adalah bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik, seperti PVC untuk pipa yang berada di dalam gedung dan rumah.

Adapun vinyl chloride ada berbentuk gas dan cair. Menurut direktur Departemen Kesehatan Ohio, Dr. Bruce Vanderhoff, senyawa organik ini mudah menguap dan mudah terbakar. Bila berbentuk cairan, ia akan cepat menguap dan berubah dari fase cair ke gas.

Hal tersebut bagus karena vinyl chloride tidak akan bertahan di lokasi terjadi tumpahan. Akan tetapi, senyawa tersebut bisa larut dan masuk dalam air hingga ke aliran sungai.

Efek vinyl chloride terhadap hewan

Departemen Sumber Daya Alam Ohio mencatat terdapat 3.500 ikan kecil mati di sungai sejak kejadian tersebut. Selain itu, banyak penduduk di daerah tersebut yang melaporkan hewan mereka sakit atau mati, termasuk kawanan ayam yang jaraknya 10 mil (sekitar 16 km) jauhnya dari lokasi kejadian.

Akan tetapi, penyakit pada hewan tersebut tidak selalu berpotensi menimbulkan penyakit manusia.

Menurut  Dr. Kelly Johnson-Arbor, ahli toksikologi medis dan direktur eksekutif sementara dari National Capital Poison Center, toksisitas suatu zat tergantung dari dosis dan faktor lainnya, termasuk ukuran individu, rute paparan, serta lama paparan.

Vinyl chloride bisa terhirup atau masuk melalui jaringan kulit Anda. Akan tetapi, kecil kemungkinan senyawa organik ini bisa tertelan. Hal ini karena gas akan menguap pada suhu ruang tertentu.

Selain itu, hewan memiliki sistem biologis yang berbeda dengan manusia. Akan tetapi, secara umum hewan terpapar vinyl chloride pada konsentrasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan paparan senyawa tersebut ke manusia.

Efek kesehatan manusia

Orang-orang yang terpapar vinyl chloride tidak benar-benar merasakan efeknya. Akan tetapi, dalam tingkatan tertentu dan dalam jangka waktu yang panjang akan terasa efeknya.

Adapun senyawa organik ini akan menyebabkan karsinogen, jenis kanker spesifik seperti hepatic angiosarcoma serta masalah hati selain kanker.

Selain itu, dapat menyebabkan sindrom Raynaud, sebuah kondisi jari menjadi pucat dan nyeri saat kedinginan. Vinyl chloride juga bisa membuat kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan pada area tangan dan kaki.

Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja menyebutkan bahwa para pekerja tidak boleh terpapar langsung dengan konsentrasi vinyl chloride lebih dari 1 ppm selama delapan jam. Vinyl chloride cair juga tidak boleh kontak langsung dengan kulit.

Itulah tadi mengenai bahaya vinyl chloride yang berkaitan dengan bencana ekologi di Ohio. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Editorial Team

Related Article