Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bahlil Klaim CNG Lebih Murah dari LPG, Bisa Hemat APBN hingga Rp30 T
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) melambaikan tangan usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
  • Bahlil Lahadalia menyebut penggunaan CNG bisa memangkas subsidi energi hingga Rp30 triliun per tahun karena harganya 30–40 persen lebih murah dibanding LPG 3 kg bersubsidi.
  • Pemerintah masih melakukan uji coba tahap ketiga untuk memastikan aspek teknis dan keselamatan tabung CNG yang bertekanan tinggi sebelum implementasi luas dilakukan.
  • Hasil uji coba CNG ditargetkan rampung pada Juli 2026, dan keputusan penerapan program akan diumumkan setelah evaluasi menyeluruh terhadap efisiensi serta keamanan selesai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg) berpotensi memangkas beban subsidi energi negara.

Menurutnya, harga CNG diperkirakan 30 persen hingga 40 persen lebih murah dibandingkan LPG bersubsidi sehingga dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp30 triliun per tahun.

Bahlil mengatakan, saat ini pemerintah mengalokasikan subsidi LPG 3 kg sekitar Rp86 triliun hingga Rp90 triliun setiap tahun. Dengan asumsi penghematan rata-rata sebesar 30 persen, maka efisiensi anggaran yang dapat diperoleh mencapai sekitar Rp27 triliun hingga Rp30 triliun.

"Yang jelas harganya lebih murah 30 sampai 40 persen daripada LPG. Kalau 30 sampai 40 persen sekarang subsidi kita berapa? Rp86 triliun sampai Rp90 triliun," kata Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (6/7).

Ia menambahkan, penghematan tersebut dapat dialihkan untuk mendukung berbagai program pembangunan lainnya.

"Kalau katakanlah rata-rata 30 persen, berarti kan Rp27 triliun sampai Rp30 triliun bisa kita lakukan efisiensi. Ini kan bisa kita bangun untuk yang lain-lain lagi," katanya.

Meski demikian, Bahlil menegaskan pemerintah belum memutuskan implementasi CNG secara luas. Saat ini, pengembangan penggunaan CNG sebagai pengganti LPG 3 kg masih dalam tahap uji coba ketiga mencakup aspek teknis dan keselamatan.

Menurutnya, butuh kehati-hatian karena tabung CNG bekerja dengan tekanan yang jauh lebih tinggi dibanding tabung LPG konvensional.

"Kalau uji coba tahap ketiganya insyaallah berhasil, baru bisa kita implementasikan. Karena tabung tiga kilonya itu tekanannya sekitar 200 sampai 250 bar," ujar Bahlil.

Ia berharap proses pengujian dapat rampung pada Juli 2026. Setelah seluruh hasil evaluasi selesai, pemerintah baru akan mengumumkan langkah lanjutan terkait implementasi program tersebut.

Bahlil kembali menekankan bahwa seluruh proyeksi penghematan APBN masih bersifat potensi dan bergantung pada keberhasilan uji coba tahap ketiga.

Apa itu CNG?

CNG merupakan singkatan dari Compressed Natural Gas, yakni gas alam yang dimampatkan ke dalam tabung bertekanan tinggi sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Bahan Bakar Gas untuk Transportasi Jalan, CNG berasal dari gas bumi yang didominasi unsur metana (C1).

Sementara itu, berdasarkan penjelasan PT PGN Tbk., gas alam terdiri atas campuran hidrokarbon seperti metana (C1), etana (C2), propana (C3), dan butana (C4), dengan kandungan metana pada CNG mencapai sekitar 95 persen.

Gas alam tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk energi, antara lain LPG, Liquefied Natural Gas (LNG), maupun CNG. Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.

Perbedaan utama terletak pada bentuk fisik dan metode penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas dengan tekanan sangat tinggi, LPG berada dalam bentuk cair pada tekanan dan suhu yang lebih moderat, sedangkan LNG disimpan dalam bentuk cair melalui proses pendinginan ekstrem hingga suhu kriogenik.

Karena menggunakan tekanan penyimpanan yang jauh lebih tinggi, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap aspek keamanan sebelum CNG diputuskan sebagai alternatif pengganti LPG bersubsidi di tingkat rumah tangga.

 

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article