Comscore Tracker
NEWS

Ini 6 Arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna

Mulai dari penanganan Covid hingga gejolak ekonomi global.

Ini 6 Arahan Presiden dalam Sidang Kabinet ParipurnaPresiden Jokowi saat sampaikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin (9/5). (dok.Setkab)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan enam arahan yang mencakup sejumlah hal, mulai penanganan Covid-19 hingga soal gejolak ekonomi global yang terjadi.

“Saya ingin kita semuanya tetap konsentrasi pada masalah yang berkaitan dengan pandemi dan juga yang berkaitan dengan gejolak ekonomi global, yang sampai saat ini belum berhenti, belum selesai dan itu menimbulkan ketidakpastian pada ekonomi semua negara,” ujarnya pada Senin (9/5).

Hal ini disampaikannya untuk menfokuskan kegiatan pemerintah dalam penyelenggaraan negara, usai libur Lebaran 2022. Selain itu, dapat menjadi acuan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan, meski Indonesia sudah menunjukkan berbagai perkembangan positif di berbagai sektor, di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

1. Indonesia harus tetap waspada pada perkembangan Covid-19

Ilustrasi vaksin di dunia.

Pertama, Presiden berfokus pada perkembangan kasus Covid-19 yang masih melandai. Walau kasus terkonfirmasi cukup rendah usai libur Lebaran–227 kasus–namun kewaspadaan tetap harus diutamakan, mengingat kasus aktif masih mencapai 6.192.

“Saya minta untuk urusan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), ini juga banyak masyarakat yang menunggu, sudah berhenti atau masih diteruskan. Jadi, tolong setelah ini disampaikan bahwa PPKM tetap berlanjut sampai betul-betul kita yakin, bahwa COVID-19 ini 100 persen bisa kita kendalikan,” ujar Jokowi.

2. Apresiasi pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2022

Perhatian berikutnya, Presiden mengapresiasi kinerja seluruh pihak dalam pengelolaan arus mudik dan arus balik yang secara umum berjalan baik. Menurutnya, tidak ada keluhan yang signifikan, meski dirinya juga tidak menampik bahwa keluhan-keluhan kecil tetap masih ada.

“Peristiwa-peristiwa macet sampai 1,5 hari sampai dua hari, seperti terjadi pada yang lalu-lalu, ini bisa diatasi. Karena saya melihat memang persiapan manajemennya dengan pengelolaan di lapangan yang baik, saya melihat semuanya bisa diatasi. Dan ini agar masih sisa waktu sedikit ini, arus baliknya betul-betul agar terus diikuti,” kata Presiden.

3. Waspada hadapi gejolak ekonomi global

Ilustrasi Rusia-Ukraina-Amerika Serikat.

Arahan Presiden yang ketiga terkait dengan isu kewaspadaan pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi. “Hati-hati sampai saat ini perang Ukraina masih belum berakhir dan kelihatannya menunjukkan tanda-tanda yang berkepanjangan, sehingga ketidakpastian global menjadi semakin tidak pasti,” ujarnya.

Menurutnya, gejolak ini terjadi karena beberapa sebab, mulai dari perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, sampai kebijakan moneter Amerika Serikat yang lebih agresif dalam meredam inflasi di negara tersebut. “Ini akan memunculkan resesi di banyak negara,” kata Jokowi.

Presiden meminta jajarannya untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti perkembangan ekonomi global yang terjadi, baik secara makro maupun mikro. Fokus utama yang perlu diperhatikan adalah sektor pangan dan energi. Ia pun meminta setiap minggu ada Rapat Terbatas yang membahas kedua sektor ini. “Betapa pentingnya pengelolaan dua hal ini bagi stabilitas ekonomi kita, utamanya stabilitas harga dan barang-barang pokok rakyat,” ujarnya.

4. Pemerintah harus lebih peka dalam menghadapi krisis global

Isu keempat yang menjadi arahan Presiden berkenaan dengan krisis yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi krisis global. Ia mengingatkan jajarannya untuk memiliki kepekaan lebih dalam mempertahankan berbagai pencapaian positif di sektor ekonomi yang sudah diraih Indonesia pada kuartal I-2022.

“Hati-hati mengenai musim kemarau. Hati-hati mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dan juga hati-hati, kemarin kita sudah berbicara dengan menteri-menteri, mengenai penyakit kuku dan mulut. Saya minta ini Menteri Pertanian, segera dilakukan lockdown zonasi, lockdown di wilayah, sehingga mutasi ternak dari satu tempat ke tempat yang lain atau pergerakan ternak dari kabupaten ke kabupaten, apalagi provinsi ke provinsi betul-betul bisa dicegah,” kata Jokowi.

5. BUMN harus jaga ketahanan ekonomi lewat APBN dan APBD

BUMN.

Arahan kelima, Jokowi menitikberatkan tentang masalah anggaran pendapatan dan belanja negara maupun daerah (APBN dan APBD). Menurutnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mampu membangun kemandirian serta ketahanan ekonomi, sehingga percepatan realisasi belanja APBN, APBD, dan BUMN dapat disegerakan untuk menjaga konsumsi dan daya beli.

Jokowi menginstruksikan BUMN untuk membeli produk-produk dalam negeri sebanyak mungkin, terutama yang berkaitan dengan APBN, APBD, dan anggaran BUMN. “Saya minta para menteri yang berkaitan dengan ini agar memonitor belanja-belanja di setiap kementerian/lembaga dan juga di daerah, dan juga di BUMN. Perhatikan sekali lagi kualitas belanjanya. Outcome-nya (harus) berdampak pada ekonomi rakyat bawah,” katanya.

6. Jajaran Pemerintah harus tetap fokus bekerja

Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (5/4).

Keenam, atau yang terakhir, Presiden mengarahkan para Menteri/Kepala Lembaga untuk tetap fokus dengan pekerjaannya masing-masing. Hal ini berkaitan dengan tahapan Pemilihan Umum 2024 yang akan dimulai pada pertengahan 2022.

“Agar agenda-agenda strategis nasional yang menjadi prioritas kita bersama itu betul-betul bisa kita pastikan terselenggara dengan baik, pemilu terselenggara dengan baik, lancar dan tanpa gangguan,” ujar Jokowi.

Related Articles